taksi-gelap

SEMARANG – Selama arus mudik Lebaran, para pemudik perlu mewaspadai keberadaan taksi gelap yang biasanya mangkal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan dan Stasiun Tawang. Tak jarang, taksi gelap ini menawarkan jasa untuk mengantar pemudik ke kampung halaman, namun dengan biaya yang tidak wajar.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, beberapa taksi gelap mangkal di Stasiun Tawang. Hal yang sama juga terlihat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Mereka menggunakan mobil jenis minibus seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia berpelat hitam. Tak canggung, mereka langsung menawarkan jasa kepada penumpang yang baru keluar dari stasiun dan pelabuhan.

”Di Stasiun Tawang ada Mas. Tapi ya sulit dilihat, karena memakai mobil layaknya keluarga yang menjemput pemudik,” kata Bagong, salah satu sopir taksi resmi yang biasa mangkal di Stasiun Tawang, Minggu (26/6).

Taksi gelap itu, lanjut Bagong, masuk ke areal parkir Stasiun Tawang, termasuk di Pelabuhan Tanjung Emas seperti layaknya penjemput. ”Kalau taksi kan menunggunya di luar, ini mereka masuk, ya jelas merugikan, soalnya lahan kami diserobot,” ungkapnya.

Kepala Unit Bus Kota Damri (UBK) Kota Semarang, Heri KA, mengatakan, jika pihak Damri pada tahun lalu sudah menyediakan angkutan untuk para pemudik yang hendak melanjutkan perjalanan ke kampung halaman usai turun dari kapal. Animo pemudik pun terbilang sangat tinggi, namun masih terkendala keamanan karena tak jarang sopir taksi gelap tidak terima dan mengancam perjalanan bus.

”Tahun lalu sudah ada, kami membantu menyediakan angkutan langsiran bagi pemudik di Pelabuhan Tanjung Emas. Sayangnya kami mendapatkan ancaman dari pengemudi taksi gelap,” katanya.