Siapkan Tim Khusus Pemantau Pasar

311
WASPADA KEBAKARAN: Pasar Karangayu Semarang yang akan segera direvitalisasi. Para pedagang mewaspadai terjadi kebakaran seperti Pasar Johar dan Kanjengan. Apalagi saat ditinggal mudik Lebaran mendatang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WASPADA KEBAKARAN: Pasar Karangayu Semarang yang akan segera direvitalisasi. Para pedagang mewaspadai terjadi kebakaran seperti Pasar Johar dan Kanjengan. Apalagi saat ditinggal mudik Lebaran mendatang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEMKOT Semarang mengklaim telah membentuk tim khusus untuk mencegah terjadinya kebakaran pasar pada saat Lebaran mendatang. Tim tersebut bertugas memantau kondisi pasar yang menurut perkiraan rawan terjadinya kebakaran. ”Misalnya pasar yang terlalu kumuh dan kondisinya sudah krodit (penuh sesak),” ungkap Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kendati demikian, lanjut dia, sejumlah pasar yang telah direvitalisasi diharapkan tetap dijaga. Dalam hal ini, pihaknya telah meminta kepala pasar terkait untuk aktif mengecek secara rutin dengan cara berkeliling pasar. ”Jika biasanya Lebaran banyak yang libur, saya jadwalkan tetap ada yang masuk. Ini bagian dari antisipasi kita,” katanya.

Disinggung pasar mana saja yang menjadi perhatian penuh, Trijoto menolak menyebutkan satu per satu. Ia berdalih semua pasar mendapat perhatian penuh baik yang telah direvitalisasi maupun yang belum.

”Bedanya, pasar yang telah direvitalisasi mechanical engineering-nya sudah tertata bagus. Meski begitu, saya tidak pilih-pilih karena semua harus mendapat pengamatan penuh dari pemeritah,” ujarnya seraya menegaskan bahwa nomor kontak petugas yang bersangkutan tidak boleh mati.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, mengatakan, kejadian kebakaran Pasar Kanjengan beberapa waktu lalu mestinya menjadi peringatan bagi Pemkot Semarang untuk berbenah. Sebab, kejadian tersebut merupakan kali kesekian yang dihadapi oleh pemerintah setempat. ”Setidaknya bisa menjadi lampu merah bagi Pemerintah Kota Semarang. Agar ke depan tidak terulang lagi,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai upaya harus dilakukan Pemkot Semarang untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa. Antara lain, pembenahan instalasi listrik di seluruh pasar yang ada di Kota Semarang. ”Jangan sampai momen seperti Lebaran yang mestinya diisi dengan suka diganti menjadi duka,” ujarnya.