Sembako Murah Pemkab Ludes Diserbu Pembeli

273
TINJAU PASAR MURAH : Bupati Demak HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto meninjau stand Bagian Humas Setda Demak dalam pasar murah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU PASAR MURAH : Bupati Demak HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto meninjau stand Bagian Humas Setda Demak dalam pasar murah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU PASAR MURAH : Bupati Demak HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto meninjau stand Bagian Humas Setda Demak dalam pasar murah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU PASAR MURAH : Bupati Demak HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto meninjau stand Bagian Humas Setda Demak dalam pasar murah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Pasar murah yang digelar Bagian Perekonomian Setda Pemkab Demak di Alun-Alun Kota Demak, Minggu pagi (26/6) kemarin, berlangsung sukses. Persediaan sembako yang dijajakan 92 stand ludes diserbu pembeli.

Pasar murah yang dibuka langsung oleh Bupati HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto ini menyediakan sebanyak 5.229 paket sembako. Di antaranya berisi minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kilogram.
Kabag Perekonomian Suhasbukit mengungkapkan bahwa selain dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD), peserta pasar murah juga diikuti dari organisasi wanita, organisasi kemasayarakatan, pihak swasta, BUMN maupun BUMD. Selain itu, turut pula meramaikan pasar murah 9 SKPD dari Provinsi Jateng.

Dalam kegiatan ini, Badan Ketahanan Pangan Provinsi memberi bantuan sebanyak 1.000 paket berupa beras 3 kilogram dan gula pasir 1 kilogram. Sebuah bank juga membantu 1.000 paket sembako masing-masing bernilai Rp 150 ribu, namun hanya ditebus pembeli Rp 25 ribu. Paket itu berisi beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula 2 kilogram.

Kemudian, Bulog Sub Divre I Semarang juga menyediakan 5 ton beras premium dengan harga murah, yakni Rp 7.800 perkilogram. Barang-barang lain yang dijual setiap stand juga bersubsidi, baik stand makanan maupun pakaian jadi. Masing-masing minimal bersubsidi Rp 2 ribu.

Pantauan koran ini, para pembeli antre mengular di stand Disperindag yang menjual gula pasir Rp 12 ribu perkilogram dan minyak goreng Rp 10 ribu. “Pasar murah tingkat kabupaten ini merupakan kegiatan terakhir setelah roadshow pasar murah di 14 kecamatan,” kata Suhasbukit didampingi Kasubag Produksi Daerah Retno Widyastuti, kemarin.

Menurut Retno, pasar murah di 14 kecamatan diikuti total 249 desa dan kelurahan plus UPTD dari kecamatan dan pihak swasta. Dalam pasar murah tingkat kecamatan yang berlangsung setiap Sabtu dan Minggu sejak 11 Juni hingga 25 Juni (diikuti 3 kecamatan secara bergiliran) itu, Bagian Perekonomian memberikan bantuan setiap desa sebanyak 21 paket sembako untuk warga miskin. “Alhamdulillah pasar murah baik tingkat kecamatan maupun kabupaten sudah terlaksana dengan baik,” ujar Retno.

Dia menambahkan, pasar murah yang digelar secara bergelombang tersebut untuk menekan kenaikan harga sembako di pasaran. Selain itu, kata dia, untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah. (hib/sct/ida)