Nekat Beroperasi, Berhenti hingga H+3

266

SEMARANG – Angkutan barang atau kendaraan lebih dari dua sumbu, dilarang beroparasi pada H-5 hingga H+3 Lebaran. Jika ada yang nekat beroperasi, angkutan ini akan dipaksa berhenti di rest area hingga H+3. Pada jangka waktu tersebut, jembatan timbang akan dialihfungsikan untuk rest area untuk menampung truk yang terlanjut beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Satriyo Hidayat menuturkan, regulasi ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Perhubunan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Larangan Pengoperasian Angkutan Barang. Tahun-tahun sebelumnya, larangan operasional angkutan barang hanya berlaku untuk H-4 sampai H+1 Lebaran.

Dijelaskannya, larangan itu sudah disampaikan kepada pemerintah kabupaten/ kota dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jateng. ”Organda bisa ikut menyampaikan dan sosialisasi ke pengusaha angkutan,” ujar dia.

Pelarangan ini, lanjut Satriyo, tidak berlaku bagi truk pengangkut sembako dan barang ekspor. ”Kami sepakat, pengangkut air mineral, juga dilarang karena tidak termasuk sembako. Kalau tahun lalu kan masih boleh,” ucapnya.

Meski diperbolehkan beroperasi saat Lebaran, jalur operasi kedua jenis angkutan tersebut tetap diatur. Untuk truk pengangkut barang ekspor, hanya boleh menuju Pelabuhan Tanjung Emas. Jumlahnya pun sudah diata Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). ”Banyak truk pengangkut barang ekspor yang tujuannya Tanjung Priok. Tapi untuk Lebaran, mereka diarahkan untuk mengirim lewat kapal di Tanjung Emas,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Organda Jateng, Edhi Sugiri mengaku akan segera melakukan sosialisasi terkait regulasi baru ini. ”Karena ini peraturan baru, harus segera diinfokan ke teman-teman pengusaha angkuran barang,” tegasnya. (amh/zal/ce1)