Korsleting Listrik selalu Jadi Penyebab Kebakaran

Mudik Lebaran, Waspadai Pasar Terbakar

347

”Dari Dinas Pasar dapet satu gini, 100 watt jatahnya. Biasanya buat penerangan, dan kipas angin, paling selain itu ya ngecas HP. Saya pasangi colokan lagi. Kalau dari pasar kan cuman dikasih MCB terus kita colokannya bebas. Kabel tambahannya kita pasang sendiri. Dulu pernah dicek dan katanya kabelnya harus SNI,” kata Titus.

Jika akan mencoba lampu yang hendak dibeli konsumen, ia juga akan menambah colokan dudukan lampu. Namun ia yakin kalau tambahan colokan yang ia pasang sudah sesuai dengan aturan.

”Ya memang perlu pengecekan, meskipun mereka pasang listrik sendiri ya harus dicek. Paling nggak setahun sekali supaya jangan sampai terjadi kebakaran kayak pasar-pasar yang sudah-sudah,” katanya.

Untuk mengantisipasi hari Lebaran yang kemungkinan besar pasar akan ditinggalkan oleh pemiliknya, biasanya pengelola pasar akan memberikan saran dan informasi melalui pengeras suara. Jika meninggalkan tempat dagang waktu Lebaran, pedagang diminta untuk mematikan saluran listrik.

”Kalau pedagang sini saya rasa sudah sadar karena sudah ada banyak kejadian. Mereka semuanya sudah sadar saya rasa,” ujar Pardi, kepala pasar sebelum Totok.
Ia mengungkapkan, pasar yang pernah dipimpinnya tersebut, beberapa kali akan dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Namun aksi mereka selalu diketahui, sehingga api dengan cepat dapat dipadamkan.

”Untungnya ketahuan terus. Di sebelah jalan tol sana. Ya, ndak tahu kalau ada orang. Tiba-tiba ada api aja gitu. Ada juga gerobak yang mau kebakar, kalau yang ini karena kelalaian pedagang. Arang belum mati dimasukkan gerobak. Untungnya ketahuan,” katanya.