Korsleting Listrik selalu Jadi Penyebab Kebakaran

Mudik Lebaran, Waspadai Pasar Terbakar

339

”Kalau pedagang di Pasar Ngaliyan sini Lebaran biasanya hanya libur satu hari pas Hari Raya Idul Fitri. Terutama untuk pedagang pakaian, sepatu, sandal, peralatan rumah tangga, dan bahan-bahan pokok. Sebagian pedagang memang ada yang libur hingga seminggu untuk pulang kampung,” ujarnya.

Ditanya bagaimana mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran pasar? Ia mengaku biasanya para pedagang secara rutin mengecek jaringan kabel di kios masing-masing. ”Sudah pasti, demi keamanan, kami seringkali mengecek instalasi kabel sendiri. Tapi kalau instalasi kabel secara umum biasanya dicek oleh pengelola pasar,” bebernya.

Instalasi listrik juga sangat diperhatikan di Pasar Jatingaleh. Maklum, pasar tua ini juga rawan kebakaran akibat korsleting lisrik. Sebab, hampir setiap los memasang dua lampu penerangan dan satu kipas angin duduk berukuran sedang. Pengelola pasar memang menyediakan MCB/ saluran listrik untuk para pedagang. Setiap los pedagang mendapat jatah pemasangan satu MCB dengan kapasitas 100 watt dengan biaya Rp 50 ribu setiap bulannya.

Satu MCB hanya dapat digunakan untuk keperluan lampu dan kipas angin. Jika para pedagang ingin memasang televisi, mereka harus memasang kabel yang terhubung ke MCB. Pemasangan sendiri dilakukan sendiri oleh pedagang. Inilah yang disayangkan oleh Totok Supriyanto, Kepala Pasar Jatingaleh, karena kebanyakan dari mereka memasang tanpa memperhatikan keamanan.

”Kalau dari pasar jatahnya satu. Pedagang nambahi sendiri. Kami sering keliling untuk mengingatkan pedagang agar menggunakan kabel yang aman. Tapi kebanyakan dari mereka iya-iya saja, tapi tidak dilaksanakan. Kalau instalasi listrik yang dikelola petugas sudah standar, kalau pedagang nambahi sendiri, itu biasanya ada yang kurang standar. Kami terus ingatkan untuk yang seperti itu,” ujar Totok.

Selain pedagang yang memasang sendiri jaringan listrik di losnya, ia juga mengkhawatirkan kabel-kabel yang dipasang oleh para PKL di sekitar Pasar Jatingaleh. Para PKL, menurutnya, iuran sendiri untuk memasang listrik milik mereka. Yang ia khawatirkan, pemasangan kabel oleh PKL terkesan seadanya.