Diajari Salat dan Mengaji, hingga Berlatih Wirausaha

Aktivitas Pecandu Narkoba di Tempat Rehabilitasi Rumah Damping Astana

260
LUPAKAN NARKOBA: Nanang Prasnowo (kiri) saat praktik membuat roti di Rumah Damping Astana Semarang. (M.HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUPAKAN NARKOBA: Nanang Prasnowo (kiri) saat praktik membuat roti di Rumah Damping Astana Semarang. (M.HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUPAKAN NARKOBA: Nanang Prasnowo (kiri) saat praktik membuat roti di Rumah Damping Astana Semarang. (M.HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUPAKAN NARKOBA: Nanang Prasnowo (kiri) saat praktik membuat roti di Rumah Damping Astana Semarang. (M.HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Para pecandu narkoba awalnya takut untuk direhabilitasi. Namun setelah menjalani rehabilitasi di Rumah Damping Astana Semarang, para pecandu merasa senang karena bisa berkreasi. Seperti apa?

M. HARIYANTO

SETIDAKNYA saat ini ada tujuh orang yang pecandu narkoba yang direhabilitasi di Rumah Damping Astana Jalan Stonen Utara 1 No 37, Gajahmungkur. Mereka warga Jateng, yang salah satunya warga Kota Semarang. Semuanya mantan pecandu narkoba mulai pil koplo hingga sabu-sabu. Selama Ramadan ini, selain sibuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, mereka juga asyik berkreasi, di antaranya membuat roti.

”Ini diajari membuat roti sama kue bolu. Latihan ini barusan di awal puasa ini,” ungkap salah satu penghuni Rumah Damping Astana, Nanang Prasnowo, warga Kalibaru Timur, Kelurahan Bandarharjo, Semarang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (26/6) kemarin.

Nanang mengakui, sebelumnya ia tidak pernah memiliki kemampuan membuat roti. Ia hanya lulusan SMP, dan bekerja serabutan di usaha mebel dan etalase. ”Belum pernah membuat roti seperti ini. Kalau dulu lulus sekolah terus kerja ikut orang, tapi tidak kerasan lalu keluar. Bayaran kerja ya habis buat beli narkoba,” katanya.

Di tempat barunya ini, ia juga diajari berwirausaha. Hasil kreasinya membuat roti ditawarkan ke instansi-instansi. ”Ya, mudah-mudahan nanti setelah keluar dari tempat ini, bisa membuat usaha roti sendiri untuk bekal mengubah masa depan,” harapnya.