Mudik Lebih Cepat, Kapal Masih Longgar

489
MUDIK BERKAPAL: Para pemudik asal Sampit Kalimantan Tengah yang menumpang KM Kelimutu tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, kemarin. (bawah) Executive Vice President PT KAI Daop IV Semarang, Andika Tri Putranto berdialog dengan penumpang KA di Stasiun Tawang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUDIK BERKAPAL: Para pemudik asal Sampit Kalimantan Tengah yang menumpang KM Kelimutu tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, kemarin. (bawah) Executive Vice President PT KAI Daop IV Semarang, Andika Tri Putranto berdialog dengan penumpang KA di Stasiun Tawang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUDIK BERKAPAL: Para pemudik asal Sampit Kalimantan Tengah yang menumpang KM Kelimutu tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, kemarin. (bawah) Executive Vice President PT KAI Daop IV Semarang, Andika Tri Putranto berdialog dengan penumpang KA di Stasiun Tawang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUDIK BERKAPAL: Para pemudik asal Sampit Kalimantan Tengah yang menumpang KM Kelimutu tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, kemarin. (bawah) Executive Vice President PT KAI Daop IV Semarang, Andika Tri Putranto berdialog dengan penumpang KA di Stasiun Tawang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Gelombang arus mudik Lebaran lewat jalur laut mulai berdatangan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kemarin (24/6), ribuan pemudik datang dari Sampit, Kalimantan Tengah menumpang KM Kelimutu. Mereka dengan tertib turun dari kapal dengan membawa barang bawaan dalam tas dan kardus. Ada pula yang membawa sepeda motor dan mobil. Tampak sejumlah petugas keamanan berjaga-jaga di depan pintu terminal kedatangan.

Salah seorang penumpang, Suciati, 35, mengaku akan mudik ke Wonosobo. Ia memilih mudik Lebaran jauh-jauh hari, karena perusahaannya telah memberikan liburan. ”Sengaja mudik jauh-jauh biar nggak desak-desakan. Selain itu, biar bisa lebih lama di rumah orang tua,” katanya.

Suciati mudik ditemani suaminya. Lebaran tahun lalu, dia tidak pulang kampung. Sehingga pada Lebaran tahun ini, ia mudik untuk merayakan Lebaran bersama orang tuanya. ”Lebaran tahun lalu tidak bisa pulang, karena suami liburnya pendek,” ujarnya.

Penumpang lainnya, Bambang Purwadi, 45, mengatakan, akan pulang ke Weleri Kendal menjenguk anak dan orang tuanya. Sama seperti Suciati, ia memilih mudik jauh-jauh hari sebelum Lebaran agar lebih nyaman, karena masih sepi.

PERSIAPAN-DAOP-IV-SEMARANG-ADIT-(6)