SALATIGA- Seorang kakek berinisial MS, 56, warga Pondok Bukit Agung, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang ditangkap polisi. Kakek ini diduga telah memperkosa siswi sekolah dasar ( SD). Tragisnya, perbuatan cabul kakek itu disaksikan ibu kandung korban, YK, warga Kudus di sebuah hotel kelas melati di Salatiga, Sabtu (18/6) malam lalu.

Kejadian bermula ketika YK mengajak korban untuk pergi ke Salatiga dengan alasan jalan – jalan sekaligus bertemu dengan calon suaminya yaitu MS di Salatiga. Sabtu (18/6) sore, YK, melati dan MSmereka bertiga akhirnya bertemu di daerah Seruni. MS kemudian mengajak janda dan anaknya itu ke sebuah hotel kelas melati di Salatiga.

Di sebuah kamar hotel, MS berhubungan layaknya suami istri dengan YK, dan sengaja, anak kelas V SD itu diajak ke dalam kamar untuk menyaksikan adegan mesum itu. Setelah itu, MS lantas ingin menggauli korban. Ironisnya, justru ibunya menyuruh anak agar menurut. Bahkan sang ibu ikut membantu melucuti pakaian anaknya.

Karena dipaksa, korban menurut kala MS menggaulinya. Namun upaya awal gagal karena korban kesakitan. MS kemudian mengajak YK pergi ke apotik untuk membeli obat guna memuluskan aksinya.

Setelah mendapat obat, mereka kembali ke hotel dan MS melanjutkan aksinya menggauli korban. Selesai melampiaskan nafsu bejatnya, mereka beristrahat dan tidur. Minggu (19/6) pagi mereka pulang ke rumah masing-masing.

Sesampainya di rumah, anak tersebut menceritakan kejadiannya kepada tantenya, SY, warga Surakarta yang kebetulan bertamu di Kudus. SY pun tidak terima dengan apa yang dilakukan MS dan YK. Ia kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolres Salatiga. Setelah mendapat laporan, petugas akhirnya berhasil meringkus kedua tersangka di rumah masing-masing.

Kapolres Salatiga AKBP Yudho Hermanto melalui Kanit PPA Ipda Puji Supriyantoro mengatakan, kedua tersangka dijerat pasal 81, 82, UU RI No 35 tahun 2002. “Ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan denda hingga Rp 5 miliar,” jelas Puji. (sas/ton)