PEDULI DIFABEL: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi berfoto bersama perwakilan kaum difabel usai menerima kenang-kenangan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI DIFABEL: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi berfoto bersama perwakilan kaum difabel usai menerima kenang-kenangan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI DIFABEL: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi berfoto bersama perwakilan kaum difabel usai menerima kenang-kenangan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI DIFABEL: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi berfoto bersama perwakilan kaum difabel usai menerima kenang-kenangan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Pemkot Semarang memastikan segera membuat pelatihan kerja bagi kaum difabel di Kota Semarang. Hal tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan yang sama bagi mereka yang berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pekerjan seperti halnya warga masyarakat lainnya.

”Jika ada yang ingin menanam, kami siap bantu bibitnya. Begitu juga dengan pekerjaan lainnya,” ungkap Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu usai Buka Bersama dengan Sahabat Difabel dan Komunitas Peduli Sosial lainnya di Balaikota Semarang, Jumat (24/6).

Ia menjelaskan, selama ini keberadaan kaum difabel masih sering dilupakan. Padahal, mereka juga butuh diperhatikan sebagaimana warga Semarang lainnya. Karenanya, pihaknya telah memerintahkan Dinas Sosial, Pemuda, dan Olahraga (Dinsospora) untuk lebih intens mendata keberadaan kaum difabel.

”Saya berharap acara seperti ini lebih sering dilakukan. Sehingga pemerintah juga tahu banyak di antara mereka memiliki bakat-bakat yang luar biasa,” sambung perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut.

Ita menambahkan, pada Oktober mendatang pihaknya juga akan menggelar job fair untuk kaum difabel. Harapannya, mereka dapat memilih pekerjaan sesuai dengan bidang dan kemampuan yang dimilikinya. ”Sudah ada beberapa perusahaan yang menyatakan siap mempekerjakan mereka,” tandasnya didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi.