DISTRIBUSI BANTUAN : Dibantu oleh aparat Kodim 0708/Purworejo, bantuan didistribusikan kepada korban bencana di berbagai desa di Purworejo. (KPW BI JATENG)
DISTRIBUSI BANTUAN : Dibantu oleh aparat Kodim 0708/Purworejo, bantuan didistribusikan kepada korban bencana di berbagai desa di Purworejo. (KPW BI JATENG)
PENYERAHAN BANTUAN : KPw BI Provinsi Jateng bersama IPEBI Komisariat Semarang dan BMPD Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan untuk meringankan beban korban bencana di Purworejo. (KPW BI JATENG)
PENYERAHAN BANTUAN : KPw BI Provinsi Jateng bersama IPEBI Komisariat Semarang dan BMPD Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan untuk meringankan beban korban bencana di Purworejo. (KPW BI JATENG)

BENCANA banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik di Jawa Tengah pada pertengahan Juni 2016, meliputi 11 kabupaten/kota. Yaitu, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Kendal, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Klaten.

Berdasarkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat Provinsi Jateng dan Kabupaten, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, KPw BI Purwokerto, serta survei lapangan oleh tim dari Kpw BI Jateng, diperoleh kesimpulan bahwa untuk saat ini daerah yang membutuhkan bantuan segera adalah Kabupaten Purworejo.

“Hal tersebut dengan pertimbangan bahwa bencana di sebagian daerah telah teratasi atau kebutuhan di daerah bencana sudah terpenuhi dari bantuan pemerintah dan masyarakat,” kata Deputi Kepala Pewakilan, KPw BI Jateng, Ananda Pulungan.

Banjir dan tanah longsor yang melanda 9 desa di Kabupaten Purworejo pada Sabtu18 Juni 2016 telah membuat puluhan rumah rusak serta puluhan korban meninggal dunia, hilang, dan menderita luka-luka. Kerugian materil masih dalam perhitungan BPBD setempat.