Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb. bapak Kiai Ahmad Izzuddin yang saya hormati. Saya mohon penjelasan Kiai soal sperma atau mani, terkait hukum agama Islam. Terima kasih.

Sulistyo di Semarang 089927786XX

Jawaban :

Waalaikumussalam Warahmatullah Bapak Sulistyo. Dalam alat kelamin laki-laki memang ada tiga cairan yang keluar. Adakalanya itu adalah mani (sperma), wadi dan madzi. Untuk mani, adalah cairan putih, kental yang keluarnya biasanya dengan tersendat-sendat, diiringi dengan rasa nikmat dan dibarengi dengan syahwat. Mani bisa saja keluar ketika manusia sedang dalam keadaan sadar seperti ketika sedang berhubungan suami-istri, bisa juga keluar ketika sedang dalam keadaan tertidur seperti halnya ketika dalam mimpi.

Sedangkan madzi adalah cairan berwarna kuning, kental. Pada umumnya keluarnya madzi ini saat birahi memuncak dan tidak terasa nikmat ketika keluarnya. Dan yang bisa mengeluarkannya kebanyakan adalah dari anak yang sudah baligh.

Selanjutnya adalah wadi, yaitu cairan bening, kental, keruh yang keluar setelah seseorang buang air kecil ketika kondisi tubuh tidak sehat atau bisa jadi keluar setelah membawa muatan-muatan berat. Ini bisa dialami bagi yang sudah baligh maupun yang belum baligh.

Mengenai hukumnya air mani adalah tidak najis, sedangkan madzi dan mani najis. Akan tetapi, keluarnya air mani mewajibkan seseorang mandi junub. Berbeda dengan madzi dan wadi, keluarnya tidak mewajibkan mandi besar seperti keluarnya mani. Cukup dibersihkan dan disucikan saja. Wallahu a’lam.

Sekian jawaban dan tanggapan yang dapat saya berikan, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*)