Pekat IB Jateng Bantu Korban

446
PEDULI: Pengurus ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu Provinsi Jawa Tengah saat memberikan bantuan kepada korban tanah longsor, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI: Pengurus ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu Provinsi Jawa Tengah saat memberikan bantuan kepada korban tanah longsor, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI: Pengurus ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu Provinsi Jawa Tengah saat memberikan bantuan kepada korban tanah longsor, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI: Pengurus ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu Provinsi Jawa Tengah saat memberikan bantuan kepada korban tanah longsor, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)

PURWOREJO – Musibah bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Purworejo pada Minggu (19/6) memantik keprihatinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Provinsi Jawa Tengah. Kemarin, ormas tersebut memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban.

Tim yang berjumlah 30 orang tersebut mendatangi beberapa desa lokasi longsor di Kecamatan Purworejo. Kegiatan tersebut dipimpin Ketua DPW Pekat IB Jawa Tengah, Arif Teguh Wasita. Tim Pekat IB memberikan bantuan berupa sembako, obat-obatan, pakaian, air mineral dan sebagainya yang nilai bantuannya mencapai puluhan juta rupiah.

”Jadi bantuan itu dilakukan secara spontanitas yang dihimpun dari donatur dan dari keluarga besar Pekat IB, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada,” kata Ketua DPW Pekat IB Jawa Tengah, Arif Teguh Wasita yang didampingi Pembina Pekat IB Jateng, Gondo WS. Dia berharap bantuan tersebut bisa berguna bagi warga korban longsor, terutama yang berada di pengungsian.

Sementara itu Gondo WS sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pengurus. Dia menganggap itu sebagai aksi yang positif dalam merespons keadaan sosial yang terjadi di Purworejo. ”Ini sangat bagus dan patut diacungi jempol, karena dalam kondisi yang serba mendesak tetapi mampu membantu sesamanya,” katanya.

Oleh karena itu katanya, kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan dan wujud sumbangsih dalam memberikan serta menciptakan rasa aman terhadap masyarakat terutama yang tertimpa bencana. ”Untuk itu perlu dukungan dari semua pihak sehingga dapat menciptakan dan membantu semuanya,” ujarnya. (hid/sct/ric/ce1)