Bangkai Pesawat Latih Dievakuasi Cara Manual

565
KESULITAN: Warga dan polisi saat mengevakuasi bangkai pesawat Cessna 172 dengan cara ditarik dengan tali di areal tambak Dukuh Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMAANG)
KESULITAN: Warga dan polisi saat mengevakuasi bangkai pesawat Cessna 172 dengan cara ditarik dengan tali di areal tambak Dukuh Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMAANG)

DEMAK – Proses evakuasi bangkai pesawat latih Cessna 172 milik sekolah penerbangan Nusa Flying International (NFI) Jakarta di areal tambak Dukuh Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kendal, kemarin mengalami kesulitan. Ini terjadi lantaran evakuasi hanya mengandalkan tenaga manusia serta alat dongkrak dari bahan bambu.

Lokasi jatuhnya pesawat dengan kode PK-NIV tersebut memang sulit dijangkau kendaraan berat. Sebab, jalan penghubung berupa tanah lembek. Hanya kendaraan bermotor saja yang dapat mendekati lokasi pesawat. Karena itu, evakuasi hanya dilakukan secara manual. Praktis, keberadaan pesawat latih tersebut menjadi pusat perhatian ratusan warga. Mereka berjubel untuk menonton proses evakusi dan mengabadikannya dengan kamera handphone (HP).

Wakapolsek Wedung, Aiptu Joko Satriono, mengatakan, evakuasi dilakukan warga nelayan sekitar dan dibantu petugas kepolisian dari Polsek Wedung. ”Kita coba tarik bangkai pesawat ini dari tambak ke daratan. Setelah itu, badan pesawat dipotong-potong untuk memudahkan evakuasi ke Semarang,” katanya di sela memimpin warga menarik pesawat dengan tali, kemarin.

Menurutnya, evakuasi diakui mengalami kendala. Meski mengerahkan sekuat tenaga, pesawat yang nyungsep di tambak tersebut tetap sulit diangkat. Sebab, roda pesawat terbenam air dan lumpur tambak. Bahkan, saking sulitnya, warga sempat meminta petugas untuk mendatangkan pesulap Limbad.

”Kita memang tidak ada alat bantu yang memadai. Semua dilakukan manual,” jelas dia.