TUNTUT HAK: Buruh PT Njonja Meneer saat mendatangi kantor Gubenur Jawa Tengah, Senin (20/6). Mereka meminta bantuan Gubernur Ganjar Pranowo untuk menyelesaikan permasalahan upah yang belum dibayar oleh perusahaan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT HAK: Buruh PT Njonja Meneer saat mendatangi kantor Gubenur Jawa Tengah, Senin (20/6). Mereka meminta bantuan Gubernur Ganjar Pranowo untuk menyelesaikan permasalahan upah yang belum dibayar oleh perusahaan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT HAK: Buruh PT Njonja Meneer saat mendatangi kantor Gubenur Jawa Tengah, Senin (20/6). Mereka meminta bantuan Gubernur Ganjar Pranowo untuk menyelesaikan permasalahan upah yang belum dibayar oleh perusahaan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT HAK: Buruh PT Njonja Meneer saat mendatangi kantor Gubenur Jawa Tengah, Senin (20/6). Mereka meminta bantuan Gubernur Ganjar Pranowo untuk menyelesaikan permasalahan upah yang belum dibayar oleh perusahaan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ratusan buruh pabrik jamu PT Njonja Meneer menggelar demo di depan kantor Gubernur Jateng, Senin (20/6). Mereka menggembar-gemborkan aspirasi mengenai gaji dan tunjangan hari raya (THR) yang belum dibayarkan perusahaan.

Ketua Serikat Pekerja Farmasi Kesehatan PT Njonja Meneer, Joko Supriyadi meminta gubernur mau menolong nasib rakyatnya yang dizalimi oleh pengusaha besar. Minimal bisa menemani dan membantu mediasi dengan pihak perusahaan.

”Gaji bulanan kami tiga bulan belum dibayar sedangkan pekerja harian belum dibayar 14 hari. Kami ingin Pak Ganjar mau membantu kamu dengan melakukan mediasi dengan perusahaan agar tuntutan kami dipenuhi,” ucapnya.

Selain ingin gaji mereka dibayar, buruh juga resah karena beberapa rekannya yang akan mengikuti aksi dirumahkan oleh perusahaan. Demikian juga muncul surat dari PT Njonja Meneer yang tidak bisa membayar THR. ”Mereka beralasan tidak mampu lagi membayar kewajiban-kewajiban tersebut,” tandasnya.