Berjuang Demi Anak

206

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum. Saya adalah seorang janda yang ditinggal mati suami sejak 5 tahun yang lalu, saya bekerja sebagai asisten dokter di Pekalongan dengan penghasilan 1 juta per bulan. Dua anak saya semua kuliah. Jujur uang gaji tidak cukup hingga saya utang bank dan koperasi. Kadang saya bingung menyaur. Setiap malam saya salat tahajud dan pagi salat dhuha meminta petunjuk dan rizki. Alhamdulillah saya dapat kerja sampingan. Apakah saya berdosa memaksakan kehendak menguliahkan anak dengan modal nekat karena hutang? Prinsip saya, minta tolong kepada Allah supaya diberi.

Hamba Allah di Pekalongan, 085385972005

Jawaban:
Waalaikumussalam Warahmatulullah Ibu. Sungguh mulia Ibu memberikan pendidikan yang layak terhadap kedua putrinya. Saya juga bangga terhadap perjuangan Ibu dengan tetap menjaga prinsip muslimah. Allah berfirman dalam QS. At-Taubah 9:71 “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan salat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Hendaknya memang Ibu senantiasa lebih bersabar dan semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerahkan segala usaha, agar dapat menutup segala kebutuhan melalui rizki yang telah direncanakan Allah melalui jalan yang terkadang kita tidak menduga dan mengetahuinya.

Karena dalam QS. Al-Baqoroh 2:286 Allah berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” di samping itu, Allah juga berfirman dalam QS. Ar-Ra’dl 13:11 yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Haruslah timbul tekad yang lebih kuat, semangat lebih dahsyat dan itikad yang bulat demi kebaikan dan mencari ridla Allah.

Yang terpenting dalam mendidik anak adalah tidak memaksakan kehendak agar anak mengikuti apa yang diinginkan oleh orang tua. Demikian jawaban dari saya, Allahu A’lam, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amiin. (*)