Tonjolkan Program Unggulan dan Promosi Beasiswa

Geliat Sekolah Swasta Berburu Siswa Baru

600
KURANGI KUOTA: Suasana pembelajaran di SMA Kesatrian 1 Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANGI KUOTA: Suasana pembelajaran di SMA Kesatrian 1 Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANGI KUOTA: Suasana pembelajaran di SMA Kesatrian 1 Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANGI KUOTA: Suasana pembelajaran di SMA Kesatrian 1 Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah swasta biasanya baru melonjak di gelombang II. Sebab, tidak sedikit jebolan SD dan SMP yang memprioritaskan meneruskan pendidikan di sekolah negeri. Ketika posisi mereka terancam lantaran tergeser pendaftar yang memiliki NEM lebih tinggi, baru mencabut pendaftaran dan geser ke sekolah swasta.

Ketua PPDB SMA Kesatrian 1 Semarang, Mulyono, menjelaskan, meski pendaftaran sudah dibuka sebelum SMP menggelar Ujian Nasional (unas), jumlah pendaftar di sekolah di Jalan Pamularsih ini baru membeludak saat pendaftaran gelombang kedua.

”Kami tidak bisa memungkiri. Meski pakai strategi apa pun, ramainya tetap menunggu tumpahan dari sekolah negeri. Bahkan banyak yang nekat daftar ke negeri dulu meski NEM-nya rendah. Mungkin tanggal 20 atau 21 Juni besok baru ramai, mereka yang tidak aman di negeri, akan pindah ke swasta,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dia menjelaskan, pola pendaftaran di SMA Kesatrian 1 dibagi menjadi tiga tataran. Gelombang peminatan yang dibuka dari Januari-April, gelombang pertama Mei-20 Juni atau pengumuman sekolah negeri, dan gelombang kedua 21-27 Juni. Hingga berita ini diturunkan, pendaftar SMA ini sudah nyaris di angka 300 calon siswa. Dari angka itu, 97 peserta merupakan pendaftar gelombang peminatan. ”Biasanya yang mendaftar di gelombang peminatan ini adalah peserta yang memang sudah niat masuk ke sekolah kami. Bahkan sebelum melihat hasil unas. Kebanyakan lulusan SMP Kesatrian juga,” bebernya.

Mengenai promosi, SMA Kesatrian 1 menggunakan pamflet atau selebaran yang dibagikan ke beberapa SMP. Ada juga display baliho di empat titik di Kota Semarang. Seperti Pedurungan, Simpang Lima, Krapyak, dan Banyumanik. ”Kalau yang baliho, display-nya bareng dengan sekolah-sekolah Yayasan Kesatrian,” cetusnya.