”Beruntung saya mempunyai teman-teman yang baik, mau menolong tiap ada kesulitan apa pun. Seperti kemarin waktu kami mengadakan Pekan Literasi, mulai dekorasi, persiapan, isi materi dan sebagainya bisa bekerja bersama-sama dengan teman-teman yang lain,” ungkap pengagum penulis Pramoedya Ananta Toer ini.

Ke depan, ia dan kawan-kawannya berharap supaya lebih banyak mahasiswa lain yang juga mau merespons ruang publik di kampus (atau dimana pun) dengan kegiatan yang bermanfaat. Semakin banyak orang yang sadar betul betapa pentingnya membaca buku maupun situasi.

”Karena dari membaca kita dapat merasa bodoh, sedih, hingga marah. Bahkan kita dapat menyikapi hal tersebut secara berkelanjutan. Implikasinya pun akan nyata bila membaca dilakukan dengan penuh kesadaran. Membaca apapun, mulai dari perihal pendidikan, sosial-budaya, ekonomi, politik sejarah dan masih banyak yang lainnya,” pungkas pria yang telah membaca ratusan koleksi buku sejak masih SMP ini. (*/aro/ce1)