LESEHAN: Perpustakaan Swadaya Teman Baca yang digelar di Gazebo B1 kampus FBS Unnes. (ISTIMEWA)
LESEHAN: Perpustakaan Swadaya Teman Baca yang digelar di Gazebo B1 kampus FBS Unnes. (ISTIMEWA)
LESEHAN: Perpustakaan Swadaya Teman Baca yang digelar di Gazebo B1 kampus FBS Unnes. (ISTIMEWA)
LESEHAN: Perpustakaan Swadaya Teman Baca yang digelar di Gazebo B1 kampus FBS Unnes. (ISTIMEWA)

Ken Kausar Amar Abdurrokhman menciptakan ruang baca dan diskusi sendiri melalui Perpustakaan Swadaya Teman Baca di kampusnya. Dia membuka lapak perpustakaan di gazebo B1 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes). Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

SETIAP Kamis, di gazebo B1 FBS Unnes selalu terlihat buku yang berserakan di atas tikar. Bukan ulah dari pedagang buku, pemandangan ini merupakan inisiasi dari Ken Kausar Amar Abdurrokhman, mahasiswa semester 6 jurusan Sastra Indonesia FBS Unnes. Sudah hampir dua tahun ini bersama kawannya, dia selalu menggelar ruang baca dan diskusi di kampus. Dalam menciptakan ruang baca ini, Ken bersama kawan-kawannya merelakan koleksi buku-buku pribadinya untuk dikumpulkan dan digelar di gazebo kampus.

”Buku-buku ini dapat dipinjam oleh mahasiswa maupun orang luar kampus yang membutuhkan buku bacaan. Di sini kami mengupayakan supaya teman-teman dapat nemuin bahan bacaan baru, pengalaman baru, bahkan bertemu dengan orang-orang baru dari lintas ilmu. Yang pasti akan tambah ilmu dan tambah wawasan,” ujar Ken kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menggelar ruang baca dengan ratusan buku selalu dilakukan oleh Ken dan kawan-kawannya setiap Kamis pagi hingga malam hari. Di pagi hari, kegiatan hanya terpusat pada gelaran buku yang dapat dipinjam dan dibaca oleh warga kampus Unnes maupun orang luar kampus. Sedangkan di malam hari, kegiatannya diisi dengan diskusi mengenai sastra dan hal-hal berkaitan dengan perbukuan.