BANJIR BANDANG: Banjir bandang akibat meluapnya tiga sungai di Kendal menenggelamkan Desa Brangsong, Kendal, kemarin. (Bawah) Bupati Mirna Annisa saat melakukan tinjauan di lokasi banjir Kelurahan Ketapang, Kendal Kota. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR BANDANG: Banjir bandang akibat meluapnya tiga sungai di Kendal menenggelamkan Desa Brangsong, Kendal, kemarin. (Bawah) Bupati Mirna Annisa saat melakukan tinjauan di lokasi banjir Kelurahan Ketapang, Kendal Kota. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR BANDANG: Banjir bandang akibat meluapnya tiga sungai di Kendal menenggelamkan Desa Brangsong, Kendal, kemarin. (Bawah) Bupati Mirna Annisa saat melakukan tinjauan di lokasi banjir Kelurahan Ketapang, Kendal Kota. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR BANDANG: Banjir bandang akibat meluapnya tiga sungai di Kendal menenggelamkan Desa Brangsong, Kendal, kemarin. (Bawah) Bupati Mirna Annisa saat melakukan tinjauan di lokasi banjir Kelurahan Ketapang, Kendal Kota. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Bencana banjir dan tanah longsor melanda 16 kabupaten/kota di Jateng dengan korban mencapai 24 orang tewas dan 26 orang dikabarkan hilang. Salah satu wilayah yang dilanda banjir parah adalah Kabupaten Kendal.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, tercatat ada 37 desa dan kelurahan di tujuh kecamatan yang terendam banjir yang terjadi Sabtu (18/6) malam hingga Minggu (19/6) pagi kemarin.

Plt Kepala BPBD Kendal, Slamet, mengatakan, banjir kali ini adalah banjir terparah yang terjadi tahun ini. Pasalnya, banjir mencapai ketinggian 0,5-1,5 meter. Tujuh kecamatan yang dilanda banjir tersebut adalah Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Brangsong, Kota Kendal, Ngampel, Pegandon dan Cepiring.

Banjir terparah terjadi di Kelurahan Karangmulyo, Kecamatan Pegandon dengan ketinggian 1,5 meter dan Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal Kota dengan ketinggian satu meter. Tidak ada korban jiwa, tapi akibat banjir ribuan rumah dan permukiman warga terendam banjir. Selain itu, menyebabkan rumah milik Suroto, 80, warga Kumpulrejo roboh terkena hantaman arus Sungai Kali Waridin.

”Banjir diakibatkan oleh meluapnya tiga sungai, yakni Kali Blorong, Kali Waridin dan Kali Kendal. Tidak ada korban jiwa, tapi ada banyak rumah warga yang terendam, bahkan ada rumah warga Desa Kebonagung Kecamatan Ngampel dan Podosari Cepiring yang hanyut,” katanya.

banjir-2