Tol Semarang- Pemalang Mulai Dibangun

Mandek 20 Tahun

357
TINJAU TOL : Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN dan Menteri PU-PR saat meninjau groundbreaking proyek tol Batang – Pemalang, dan Batang – Semarang, kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
TINJAU TOL : Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN dan Menteri PU-PR saat meninjau groundbreaking proyek tol Batang – Pemalang, dan Batang – Semarang, kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
TINJAU TOL : Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN dan Menteri PU-PR saat meninjau groundbreaking proyek tol Batang – Pemalang, dan Batang – Semarang, kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
TINJAU TOL : Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN dan Menteri PU-PR saat meninjau groundbreaking proyek tol Batang – Pemalang, dan Batang – Semarang, kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Diidam-idamkan sejak 10 tahun terakhir, tol trans Jawa via Pantura Jawa Tengah resmi mulai dibangun. Hal itu setelah Presiden RI Joko Widodo mencanangkan groundbreaking pembangunan tol Semarang – Batang, Batang – Pemalang, di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (17/6).

“Seharusnya proyek ini berjalan 20 tahun lalu. Namun masalah klasik, yaitu pembebasan lahan menjadi kendala,” ucapnya. Menurutnya, masalah tersebut membuat pembangunan di Indonesia menjadi lamban sekali. Dibanding negara-negara lain yang sudah membangun infrastruktur lebih baik. Padahal, jalan yang dibangun juga untuk kepentingan rakyat.

“Kalau tidak jadi-jadi, maka kita akan terus kalah saing dengan negara lain. Padahal lainnya sudah mikir kereta cepat, kita baru bikin jalan, itu saja belum jadi-jadi,” kesalnya.

Dicontohkan Jokowi, kurangnya transportasi di Indonesia membuat bahan kebutuhan pokok melambung harganya. Seperti semen di Papua, kalau harga normal per sak di Jawa Rp 70 ribu, di sana bisa Rp 2,5 juta. Karena tidak ada jalan, harus diangkut pesawat, jadi lebih mahal.

“Kita semua harus bekerja sama, harus pemerintah dan rakyat. Kalau terpisah-pisah, proyek akan susah jalannya,” terangnya.