SEMARANG – Janji Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan pembenahan di Panti Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Among Jiwo akhirnya dilakukan. Selain memisahkan penghuni berdasarkan klasifikasi permasalahan, rencananya juga akan disediakan dokter jiwa di lokasi tersebut.

”Sebagai tindak lanjut atas kunjungan Bu Wakil Wali Kota lalu, kami langsung menggelar rapat. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menempatkan satu dokter jiwa minggu depan,” ungkap Kepala Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) Kota Semarang, Gurun Risyadmoko kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Gurun mengakui, kondisi Panti Rehabsos yang telah overload menjadi salah satu kendala dalam penanganan para pengemis, gelandangan, dan orang-orang telantar (PGOT) serta anak jalanan di Kota Semarang. Menurutnya, memang seharusnya dipisahkan sesuai peruntukannya di tempat yang representatif. ”Kemarin pernah ada wacana akan dipindah di Rowosari. Saat ini Ibu (Wakil Wali Kota) berencana matur langsung dengan Menteri Sosial,” sambungnya.

Jika hal tersebut disetujui, lanjut dia, pihaknya akan langsung membuat Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) terkait pembangunannya. Namun jika ternyata belum mendapat persetujuan maka akan memanfaatkan panti lain yang masih tersedia. ”Misalnya Panti Wredha yang ruangannya lebih longgar,” sambungnya.

Gurun mengklaim, selama ini penanganan terhadap penghuni Rehabsos telah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Akan tetapi, karena banyaknya pendatang baru hasil tangkapan razia oleh Satpol PP, maka mau tidak mau ditempatkan seadanya.