Disinggung mengapa dinamakan Laskar Lomba Menulis, Arie menjelaskan karena fokus mereka dalam satu tahun ini adalah mengikuti berbagai ajang lomba menulis. Ketika ada informasi lomba, kemudian ditawarkan kepada anak-anak, ada yang ingin mengikutinya. ”Peran saya hanya memotivasi sembari menbenarkan tanda baca tulisan. Selebihnya adalah hasil kreativitas anak-anak,” tandasnya.

Prinsip yang selalu ditekankan Arie adalah menulis merupakan karya abadi. Sebuah tulisan dikatakan berkualitas, jika bahan yang dimiliki juga berkualitas. Untuk mendapatkannya, yang bersangkutan harus banyak membaca buku secara konsisten. ”Selain gemar membaca, yang terpenting adalah take action. Memang dibutuhkan kerja keras untuk melakukannya,” pungkas alumnus Jurusan Politik dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu. (*/ida/ce1)