Menang Lomba, Kian Bergairah Berkarya

Lebih Dekat dengan Laskar Lomba Menulis SMA Islam Al Azhar 14 Semarang

505
MENTAL JUARA: Arie Hendrawan (kanan) bersama Rizky Sabilurrasyid saat menerima piala sebagai Juara I dalam Lomba Menulis Surat kepada Wakil Rakyat yang digelar DPRD Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (ARIE HENDRAWAN FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENTAL JUARA: Arie Hendrawan (kanan) bersama Rizky Sabilurrasyid saat menerima piala sebagai Juara I dalam Lomba Menulis Surat kepada Wakil Rakyat yang digelar DPRD Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (ARIE HENDRAWAN FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENTAL JUARA: Arie Hendrawan (kanan) bersama Rizky Sabilurrasyid saat menerima piala sebagai Juara I dalam Lomba Menulis Surat kepada Wakil Rakyat yang digelar DPRD Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (ARIE HENDRAWAN FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENTAL JUARA: Arie Hendrawan (kanan) bersama Rizky Sabilurrasyid saat menerima piala sebagai Juara I dalam Lomba Menulis Surat kepada Wakil Rakyat yang digelar DPRD Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (ARIE HENDRAWAN FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Masih ingat dengan Rizky Sabilurrasyid yang berhasil meraih Juara I dalam Lomba Menulis Surat kepada Wakil Rakyat yang digelar DPRD Kota Semarang, beberapa waktu lalu? Ternyata hal itu tidak lepas dari peran komunitas Laskar Lomba Menulis yang ia tekuni. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL

RIZKY Sabilurrasyid adalah satu dari sekian anak-anak berprestasi yang dimiliki SMA Islam Al Azhar 14 Semarang. Ia berhasil membawa nama harum sekolahnya meski belum genap satu tahun berdiri. Hal itu, tentu menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk mendapatkan prestasi lebih di bidang yang sama maupun lainnya.

Usut punya usut, ternyata Rizky tercatat sebagai salah satu anggota Laskar Lomba Menulis SMA Islam Al Azhar 14 Semarang yang diinisiasi oleh salah satu guru setempat, Arie Hendrawan. Sehari-hari, Arie merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegraan (PKn) sekaligus Pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Islam Al Azhar 14 Kota Semarang.

”Laskar Lomba Menulis bukan ekskul sekolah. Namun, kami berharap bisa menjadi embrio bagi ekskul menulis di sekolah yang memang baru berdiri satu tahun ini,” ungkap Arie –sapaan akrabnya- kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ia menceritakan, sebagai sekolah yang baru, tentu berusaha menunjukkan eksistensi diri. Salah satunya adalah dengan menunjukkan prestasi agar memotivasi siswa lebih giat lagi. Selain itu, sebagai upaya menciptakan branding bagi sekolah agar lebih dikenal masyarakat umum.