MEWABAH : Petugas sedang melakukan pengasapan di kandang salah satu rumah warga di Dusun Lendoh, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEWABAH : Petugas sedang melakukan pengasapan di kandang salah satu rumah warga di Dusun Lendoh, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEWABAH : Petugas sedang melakukan pengasapan di kandang salah satu rumah warga di Dusun Lendoh, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEWABAH : Petugas sedang melakukan pengasapan di kandang salah satu rumah warga di Dusun Lendoh, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mewabah di Kabupaten Semarang. Pasalnya, lebih dari 60 warga Dusun Lendoh, Bedono, Kecamatan Jambu harus keluar masuk rumah sakit karena terserang wabah DBD. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Adapun rumah sakit yang dijadikan jujukan yaitu RSUD Ambarawa, Rumah Sakit Ken Saras, dan Rumah Sakit Bina Kasih.

Ketua RT 02/1 Dusun Lendoh, Fajar mengatakan dari puluhan warga tersebut beberapa di antaranya sampai mendapatkan perawatan di rumah sakit cukup lama. “Warga di 7 RT hampir semua terjangkit. Pak Tri paling lama dirawat, yakni empat hari di Rumah Sakit Telogorejo, Semarang,” kata Fajar, Selasa (14/6) kemarin.

Tidak hanya menyerang orang dewasa, virus DBD yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini juga menyerang anak-anak. Melihat kondisi tersebut, masyarakat setempat akhirnya bergegas meminta bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pengasapan. “Sudah dua kali pengasapan, dengan kemarin. Setelah pengasapan yang pertama belum lama ini, nyamuknya justru tambah banyak. Makanya kami meminta pengasapan lagi,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, empat orang staf Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang terlihat melakukan pengasapan di RT 01 dan RT 02 RW I Dusun Lendoh. Wilayah tersebut, disinyalir sebagai titik endemik DBD.

Hal tersebut diperkuat dengan catatan kasus bahwa setiap tahun pasti muncul data warga yang terjangkit DBD. Staf Seksi P2P Puskesmas Jambu, Budiarti ketika memantau pengasapan di RT 01 RW I Dusun Lendoh menuturkan, puncak wabah DBD terjadi Mei 2016. “Saat ini sudah turun, diawali pada April 2016 lalu,” tuturnya.