SEMARANG – Direktur CV Kurnia, Sigit Soegiarto, sudah lima tahun ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh penyidik Polrestabes Semarang, atas perkara atas perkara memasarkan, memperdagangkan pisau serut atau asah yang sama dengan merek yang terdaftar milik PT Inax International Corporation. Namun sampai saat ini pihak yang berwajib belum mengambil langkah pencarian dan melakukan penahanan.

Dalam perkara pemalsuan merek tersebut, Sigit yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (YTITD) Grajen Semarang dinyatakan dalam persidangan perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang sebagai eksekutor dan Polrestabes Semarang sebagai penyidik tak kunjung menahan dirinnya dengan alasan masih DPO. Padahal berdasar penelusuran koran ini di lapangan, Sigit sempat dipanggil penyidik kepolisian untuk dimintai keterangannya sebagai saksi terkait kasus berbeda, tepatnya masalah kisruh kepengurusan Yayasan TITD, belum lama ini.

Diketahui, dalam putusan di tingkat pertama Pengadilan Negeri (PN) Semarang Sigit memang dinyatakan bebas, namun setelah JPU mengajukan kasasi, Sigit dinyatakan bersalah dan dihukum selama 10 bulan penjara dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Mahkamah Agung M. Zaharuddin Utama dan dua hakim anggota, yakni R Imam Harjadi dan Artidjo Alkostar. ”Terdakwa Sigit Soegiarto terbukti bersalah melakukan pemalsuan merek dan menjatuhkan pidana selama 10 bulan penjara,” kata majelis hakim dalam salinan petikan amar putusannya, yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (14/6).

Kemudian atas vonis tersebut, Sigit mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) namun ditolak, demikian pula pengajuan di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya yang saat itu ketuanya masih dijabat Mahfud MD tetap ditolak.

Sementara itu, kuasa hukum Sigit saat PK, Agus Nurudi saat dikonfirmasi koran ini enggan memberikan komentar mengenai perkara tersebut. ”Saya masih di Solo, nanti saja ya kalau sudah pulang. Saya tidak komentar dulu,” kata Agus singkat. Sama halnya dengan, Wakasat Serse Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono tidak ada respons ketika dihubungi.

Kepala Kejari Semarang Rizal Pahlevi melalui Kasi Tindak Pidana Umum, Anton Rudyanto didampingi Kasi Intelijen, Tri Yulianto mengaku telah menerima surat adanya berkas permohonan dari Petrus Bala Pattyona untuk menindaklanjuti perkara yang telah lama tersebut. ”Pasti kami tindaklanjuti. Perkara itu sudah lama dan saya baru menjabat beberapa bulan di kejaksaan,” sebutnya. (jks/zal/ce1)