Kartini Kendeng Temui Ganjar

Dijanjikan Dialog dengan Investor Semen

259
TOLAK PABRIK SEMEN: Sejumlah perempuan yang menamakan dirinya ’Kartini Kendeng’ dan Jaringan Masyarakat Peduli Gunung Kendeng (JMPGK) saat menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK PABRIK SEMEN: Sejumlah perempuan yang menamakan dirinya ’Kartini Kendeng’ dan Jaringan Masyarakat Peduli Gunung Kendeng (JMPGK) saat menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK PABRIK SEMEN: Sejumlah perempuan yang menamakan dirinya ’Kartini Kendeng’ dan Jaringan Masyarakat Peduli Gunung Kendeng (JMPGK) saat menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK PABRIK SEMEN: Sejumlah perempuan yang menamakan dirinya ’Kartini Kendeng’ dan Jaringan Masyarakat Peduli Gunung Kendeng (JMPGK) saat menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sembilan perempuan asal Rembang, Pati, dan Grobogan yang menyebut dirinya ’Kartini Kendeng’ datang ke ruang kerja Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Selasa (14/6). Mereka curhat mengenai kekhawatiran eksploitasi lingkungan oleh pabrik semen yang rencananya akan berdiri di sekitar tempat tinggal mereka.

Pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang melakukan cor semen kedua kaki di depan Istana Negara. Kartini Kendeng menghadap gubernur dengan mengenakan pakaian serbahitam, bersandal jepit dan rambutnya digulung konde dengan tusukan dari kayu yang separo bagiannya dicat merah. Di sekujur tubuhnya juga terbalut selendang.

Aspirasi mereka diwakili tokoh Sedulur Sikep Pati, Gunretno serta tokoh dari Jaringan Masyarakat Peduli Gunung Kendeng (JMPGK), Joko Prianto. Gunretno menjelaskan, soal lingkungan ini tidak bisa dibatasi yang kena dampak langsung atau tidak. ”Lingkungan ini seperti bola, semua bisa merasakan,” katanya.

Dia berharap, Pemprov Jateng bisa konsisten menjaga lingkungan untuk kelangsungan generasi mendatang. Bahkan kalau bisa, gubernur tidak usah mengeluarkan izin penambangan. Menurut dia, bentangan pegunungan Kendeng yang terbentang dari wilayah Grobogan, Pati, Blora, Rembang dan Kudus ini diincar sejumlah perusahaan tambang. Di wilayah Rembang misalnya diincar PT Semen Indonesia, di Pati melalui PT Indocement, dan di bagian karst Grobogan juga diincar. Mereka khawatir alam akan rusak dengan rencana penambangan.

Kartini Kendeng pun meminta agar masalah lingkungan bisa dikawal, jangan sampai justru merusak sumber daya alam yang ada. ”Kami minta tadi masalah semen agar diurai biar jelas. Beliau (Ganjar) kan sudah pernah datang ke lokasi, minta dirembuk bareng, dan tadi ada kesepakatan untuk bisa mempertemukan dengan pihak perusahaan,” tandasnya.