Penumpang Trigana Air Telantar di Bandara A Yani

305

penumpang-telantar

SEMARANG – Sejumlah penumpang pesawat Trigana Air jurusan Semarang–Pangkalan Bun terpaksa harus menahan kesal lantaran keberangkatan mendadak dibatalkan tanpa alasan jelas. Sedianya, maskapai penerbangan ini berangkat Senin (13/6), pukul 12.30, menuju ke Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Para penumpang tampak sudah bersiap-siap berangkat dengan membawa berbagai tas, koper dan barang-barang di lobi Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Namun demikian, mereka kecewa karena ternyata pemberangkatan dibatalkan. Bahkan pembatalan tersebut membuat sejumlah penumpang kelimpungan karena tidak dilakukan pemberitahuan sebelumnya.

”Saya sendiri tidak diberitahu kalau ada pembatalan pemberangkatan, makanya saya langsung ke bandara sini. Saya kaget, begitu sudah siap-siap kok ada pengumuman bila pemberangkatan ke Pangkalan Bun dibatalkan. Padahal saya sudah pesan tiket 5 hari lalu,” kata salah seorang penumpang Agus, 47, warga Bantul Jogjakarta ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (13/6).

Tentu saja hal itu membuat ia kelabakan karena telantar. Pasalnya ia membawa cukup banyak barang bawaan serta sejumlah koper. Atas kondisi itu, Agus mengaku akan menginap di ruang tunggu Bandara Ahmad Yani Semarang. ”Tidak punya saudara di Semarang, kalaupun menginap di hotel, ribet bawa barang, saya ingin menginap di sini saja sambil menunggu pemberangkatan pesawat. Tadi bilangnya sih akan diberangkatkan besok Selasa (14/6) pukul 12.30. Petugas menjelaskan katanya ada kendala teknis, enggak tahu masalah apa,” ungkap Agus.

Ia mengaku telah pesan tiket lima hari sebelumnya. Mengaku membeli tiket maskapai penerbangan Trigana Air dari Pangkalan Bun ke Semarang dengan dengan harga Rp 1,1 juta. Sedangkan dari Semarang menuju Pangkalan Bun seharga Rp 607.000. ”Meski ini ada pembatalan pemberangkatan, kali ini tidak ada ganti rugi maupun dikembalikan. Tapi biasanya kalau ada keterlambatan pemberangkatan misalnya sesuai jadwal pukul 12.30, lalu berangkat pukul 15.00, dikembalikan 50 persen dan fasilitas makan dua kali,” kata pria yang sudah menetap di Pangkalan Bun lebih dari 20 tahun ini.