Dinperindag: Kenaikan Harga Terlalu Dibesar-besarkan

Hanya Harga Gula Pasir yang Melonjak

293
ANGGAP HANYA ISYU: Dinperindag Jateng mengklaim harga daging sapi di Jawa Tengah masih dalam taraf normal yakni dalam kisaran Rp 90 ribu – Rp 100 ribu per kilogram. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANGGAP HANYA ISYU: Dinperindag Jateng mengklaim harga daging sapi di Jawa Tengah masih dalam taraf normal yakni dalam kisaran Rp 90 ribu – Rp 100 ribu per kilogram. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANGGAP HANYA ISYU: Dinperindag Jateng mengklaim harga daging sapi di Jawa Tengah masih dalam taraf normal yakni dalam kisaran Rp 90 ribu – Rp 100 ribu per kilogram. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANGGAP HANYA ISYU: Dinperindag Jateng mengklaim harga daging sapi di Jawa Tengah masih dalam taraf normal yakni dalam kisaran Rp 90 ribu – Rp 100 ribu per kilogram. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Melinjaknya harga komoditas kebutuhan pokok menjelang lebaran ditepis oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Provinsi Jawa Tengah. Dinperindag Jateng bahkan menilai bahwa ada pihak yang sengaja membesar-besarkan isu tentang kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut.

“Kami sudah berkali-kali melakukan pantauan secara langsung di pasar-pasar. Tidak ada gejolak harga untuk kebutuhan pokok, kecuali gejolak harga di gula pasir. Kalau harga daging itu tidak ada gejolak, karena kami cek harganya masih normal, yakni di kisaran Rp 90 ribu. Kalaupun ada beda Rp 100 ribu itu saya rasa masih wajar karena ini bulan Ramadan. Kalau belakangan disebut-sebut ada kenaikan harga daging itu ada pihak masyarakat saja yang sengaja membesar-besarkan,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Provinsi Jawa Tengah, Wahyu Miatiningsih, kemarin.

Dikatakan Wahyu, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan oleh pihaknya, gejolak kenaikan harga hanya terjadi untuk gula pasir. Untuk harga gula pasir saat ini memang belum stabil, yakni dari harga normal Rp 12 ribu per kilogram, sempat naik menjadi Rp 16 ribu per kilogram. “Harga gula pasir itupun sudah mengalami penurunan secara berangsur, kemarin turun Rp 500 hingga Rp 1.000, harganya jadi Rp 15 ribu,” katanya.

Pihaknya saat ini masih terus memantau perkembangan harga gula pasir. “Sedangkan untuk sejumlah komoditas lain seperti bawang merah, cabe, terpantau stabil dan bahkan harganya mengalami penurunan. Kami saat ini, menyambut lebaran kali juga menggelar pasar murah. Namun sementara lokasi yang dipilih di luar kota, untuk Kota Semarang belum,” imbuhnya.

Sebelumnnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menambah stok daging di masyarakat. Baik daging beku maupun segar. Upaya itu dilakukan untuk menekan harga daging yang sekarang ini melonjak. Ganjar menyebut saat ini ketersediaan daging beku di Jawa Tengah cukup banyak, dan siap on call. “Jadi, jika ada daerah yang membutuhkan daging beku, tinggal telepon, dan daging yang dibutuhkan segera dikirim,” katanya.

Dikatakan Ganjar, minat masyarakat terhadap daging beku tidak sebesar daging segar. Untuk itu, pihaknya melalui Dinas Peternakan terus mengupayakan pasokan daging segar, bekerja sama dengan Bulog. Daging segar akan dibeli langsung dari petani, selanjutnya dipotong dan didistribusikan kepada masyarakat. Tentunya, harga daging segar tidak sebagus daging beku. Meski begitu, harganya tidak terlalu jauh dari kisaran Rp 100 ribu per kilogram. “Kalau (harga) Rp 80 ribu (per kilogram daging) dalam situasi seperti sekarang ini tidak mungkin. Yang penting sekarang kita bisa mendapatkan supply jauh lebih banyak dengan pilihan yang bagus. Pilihan yang bagus itu tidak frozen, tapi fresh,” ungkap Ganjar. (amu/smu)