Sabar Kendali Kesuksesan

312

imam1

Oleh : Imam Taufiq

TIDAK semua impian menjadi kenyataan dan tidak semua harapan menjadi nyata. Itulah rona kehidupan, adakalanya susah, sedih, tangis dan gagal. Ada pula gembira, bahagia, ketawa dan sukses. Semuanya dapat teratasi dengan baik, jika seseorang memiliki ketahanan diri yang kokoh. Sebuah kekuatan jiwa yang diwujudkan melalui sikap dan kemampuan untuk menerima sesuatu yang tidak diinginkan.

Dalam konteks ini sabar menjadi sangat penting untuk menuju keberhasilan. Sebab ia mengandung ketabahan, keuletan, ketahanan dalam menghadapi tantangan, ancaman, dan hambatan untuk mewujudkan apa yang diinginkan. Allah berfirman, “Orang yang tidak merugi adalah orang yang beriman, beramal saleh, saling berwasiat kebenaran, dan saling berwasiat kesabaran” (QS al-Ashr:1-3).

Secara bahasa, sabar berarti menahan dan mengendalikan diri agar tidak dikendalikan hawa nafsu dan emosi. Ibnu al-Qayyim dalam Madarij al-Salikan mengartikannya sebagai ikhtiar menahan diri untuk tidak melampiaskan nafsu, mampu mengontrol lisan agar tidak berkeluh kesah dan mengendalikan anggota tubuh untuk tidak anarkhis. Orang sabar tidak sekedar mampu bertahan saat mendapat musibah atau bencana, akan tetapi ia harus mampu konsisten melaksanakan kebenaran dimanapun berada dan pada kondisi apapun.

Secara substantif, sabar mengandung muatan ketahanan mental spiritual. Karena itu, ia selalu menuntut ketahanan jiwa dan kedewasaan spiritual untuk mampu melaksanakan kebenaran ajaran-ajaran Allah. Ia dapat berlaku dalam berbagai macam bentuk, baik sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam mengembangkan ilmu atau sabar dalam bekerja.

Sejarah telah berbicara bahwa keberhasilan dakwah Islam, terjadi karena kesabaran dalam menghadapi banyak ujian, musibah dan tantangan. Karena kokohnya kesabaran, kaum muslimin yang hanya berjumlah 313 orang mampu mengungguli kaum kafir Quraisy yang jumlahnya tiga-empat kali lebih besar. Sabar benar-benar mampu mengantarkan seseorang mencapai kemenangan. Kemenangan dalam bentuk apapun, baik psikis, material ataupun spiritual. Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, (karena) Allah itu senantiasa bersama orang-orang yang sabar” (QS al-Baqarah: 158).