INOVATIF: Ni Titah Banu Arum Mumpuni saat pentas wayang kulit diiringi e-gamelan. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Ni Titah Banu Arum Mumpuni saat pentas wayang kulit diiringi e-gamelan. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Ni Titah Banu Arum Mumpuni saat pentas wayang kulit diiringi e-gamelan. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Ni Titah Banu Arum Mumpuni saat pentas wayang kulit diiringi e-gamelan. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ni Titah Banu Arum Mumpuni tercatat sebagai mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang yang mahir mendalang. Tak hanya itu, ia juga berinovasi menggelar pentas wayang kulit dengan iringan gamelan elektronik (e-gamelan). Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

TAK banyak kaum hawa yang menggeluti dunia pedalangan. Satu di antaranya adalah Ni Titah Banu Arum Mumpuni. Yang unik, pertunjukan wayang kulit yang dimainkan berbeda dengan dalang pada umumnya. Sebab, ia diiringi oleh orkestra para nayaga atau penabuh gamelan dengan menggunakan gamelan elektronik (e-gamelan) di tablet (tab).

Jari lentiknya lincah memainkan bidak wayang, menjungkirbalikkan gunungan, memerankan pertarungan raksasa dengan para kesatria. Sepasang kakinya sekaligus gesit memainkan alat kecak sebagai ilustrasi peperangan. Aksi mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Udinus Semarang ini membuat penonton terpukau.

Terlebih di lain sisi, kelompok nayaga yang diberi nama e-gamelan mengiringi pertunjukan tersebut dengan memainkan alat gamelan Jawa, di antaranya Bonang Barung, Bonang Penerus, Peking, Saron, Slenthem, Demung Kenong, Kempul dan lain-lain, menggunakan aplikasi di tab, kecuali kendang Jawa. Hal itu menambah pertunjukan wayang Nyi Dalang Ni Titah Banu Mumpuni ini memesona bagi mata yang melihatnya.

Ni Titah mengaku telah mempelajari ilmu pedalangan sejak masih duduk di bangku SD. ”Saya belajar wayang sejak kelas 4 di SDN Grabag 1 Kabupaten Magelang,” kata Ni Titah saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (9/6).