Tol Bawen-Salatiga Tunggu Kelayakan

283
PECAH KEMACETAN : Jalan tol kerap diandalkan untuk memecah kemacetan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran. Tahun ini ruas tol Bawen – Solo belum bisa dipastikan dibuka untuk menampung luapan kendaraan. (Radar semarang files)
PECAH KEMACETAN : Jalan tol kerap diandalkan untuk memecah kemacetan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran. Tahun ini ruas tol Bawen – Solo belum bisa dipastikan dibuka untuk menampung luapan kendaraan. (Radar semarang files)
PECAH KEMACETAN : Jalan tol kerap diandalkan untuk memecah kemacetan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran. Tahun ini ruas tol Bawen – Solo belum bisa dipastikan dibuka untuk menampung luapan kendaraan. (Radar semarang files)
PECAH KEMACETAN : Jalan tol kerap diandalkan untuk memecah kemacetan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran. Tahun ini ruas tol Bawen – Solo belum bisa dipastikan dibuka untuk menampung luapan kendaraan. (Radar semarang files)

SEMARANG – Jalan tol Semarang-Solo seksi III (Bawen-Salatiga) tidak akan dipaksakan agar bisa digunakan untuk arus mudik Lebaran. Jika memang belum siap, tidak akan dibuka karena justru membahayakan pengguna jalan.

”Kalau memang tidak bisa dipakai, ya tidak perlu dipaksa. Tapi proses tetap terus didorong,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (7/6). Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan, bisa digunakan atau tidak. Dia tengah menunggu hasil uji kelayakan dari pihak-pihak terkait. Dia tidak akan mengizinkan operasional jalan tol jika memang dinyatakan tidak layak. Pemudik dapat menggunakan jalur lain yang sudah disiapkan keamanan dan kenyamanannya.

”Ngapain kita memaksakan satu jalur terus kemudian keamanannya mengancam. Kan bahaya. Lebih baik dituntaskan sampai betul-betul siap. Kalau siap, kita langsung pakai. Kalau tidak layak ya jangan,” tuturnya.

Pada awal Juni ini lanjut gubernur, akan diadakan rapat konsinyering untuk memastikan area atau jalur-jalur yang disiapkan untuk dilintasi pemudik. Termasuk, meminta laporan mengenai progres pembangunan tol seksi Bawen-Salatiga.

Sebelumnya, Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng (TMJ), Arie Irianto menjelaskan, jalan tol baru bisa digunakan sementara jika konstruksinya mencapai 60 persen. Itu pun masih melewati uji kelayakan dan kemanan dari Kementerian Pengerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

”Kemungkinan tidak bisa dipakai karena progresnya masih 44 persen. Padahal, bisa dikatakan layak itu minimal 60 persen. Ini kurang tiga minggu lagi. Estimasi pengerjaan, 1,6 persen per minggu,” tandasnya. (amh/ric/ce1)