BERAWAL EKSTRAKURIKULER: Grup nasyid asal Semarang, Ashab, mencoba menujukkan esksitensinya dengan mengeluarkan single terbaru. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERAWAL EKSTRAKURIKULER: Grup nasyid asal Semarang, Ashab, mencoba menujukkan esksitensinya dengan mengeluarkan single terbaru. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERAWAL EKSTRAKURIKULER: Grup nasyid asal Semarang, Ashab, mencoba menujukkan esksitensinya dengan mengeluarkan single terbaru. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERAWAL EKSTRAKURIKULER: Grup nasyid asal Semarang, Ashab, mencoba menujukkan esksitensinya dengan mengeluarkan single terbaru. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menyambut datangnya bulan Ramadan 1437 H, grup vokal religi beraliran acapella, Ashab Voice, mencoba peruntungan dengan meluncurkan sebuah single yang berjudul ‘ Udara Ramadan ‘. Grup yang digawangi oleh Kendy, Rais, Izal , Venzo, dan Fikri mencoba menjual karya yang easy listening dan menyasar ke kalangan remaja.

Produser sekaligus penulis lagu Udara Ramadan, Arlif mengatakan, jika dirinya berusaha mengemas lagu yang diciptakan khusus untuk kalangan remaja sesuai usia personil Ashab yang saat ini masih duduk dibangku SMA kelas 2. “Sasaran pasarnya adalah anak-anak remaja, saya pun mencoba membuat musik yang easy listening namun tetap religius sehingga bisa memberikan semangat untuk menjalani puasa,” katanya saat usai launching di Khoja Resto Semarang, akhir pekan lalu.

Grup nasyid di Indonesia sendiri, kata dirinya telah lebih berkembang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan lagu-lagu religi seakan menjadi gaya hidup masyarakat ketika menjalani ibadah puasa di bulan suci. Dirinya berharap, dengan munculnya Ashab Voice bisa lebih menyemarakkan seni musik terutama nasyid. “Ashab bisa jadi contoh bagi generasi muda untuk terus berkarya, sehingga perkembanganan dunia nasyid di Indonesia bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Venzo, salah satu personil Ashab mengatakan jika grupnya terbentuk sekitar tiga tahun terakhir secara tidak langsung, ketika mereka duduk di kelas 2 SMP Islam Terpadu Harapan Bunda Semarang dan dipertemukan di kelas ekstrakurikuler nasyid. “Dulu sih pengennya hanya berkarya aja, tapi semakin dewasa kami juga ingin melakukan syiar,” ungkapnya. “Mumpung masih muda, kami terus ingin berkarya namun tetap tidak mengesampingkan prestasi dibidang akademik. Pengennya jelas punya album sendiri,” tutupnya.

Single Udara Ramadan yang dinyanyikan Ashab, sudah bisa didengarkan di via Youtube ataupun dengan ring back tone (RBT) semua profider. (den/smu)