Terancam Tak Bisa Dipakai Mudik

281
BELUM DIBETON: Sejumlah alat berat tampak meratakan lahan di lokasi proyek tol Bawen-Salatiga di Kabupaten Semarang. Progres pembangunan yang lamban membuat pelaksana proyek pesimistis ruas tol tersebut bisa dilewati pemudik. (Radar Semarang files)
BELUM DIBETON: Sejumlah alat berat tampak meratakan lahan di lokasi proyek tol Bawen-Salatiga di Kabupaten Semarang. Progres pembangunan yang lamban membuat pelaksana proyek pesimistis ruas tol tersebut bisa dilewati pemudik. (Radar Semarang files)
BELUM DIBETON: Sejumlah alat berat tampak meratakan lahan di lokasi proyek tol Bawen-Salatiga di Kabupaten Semarang. Progres pembangunan yang lamban membuat pelaksana proyek pesimistis ruas tol tersebut bisa dilewati pemudik. (Radar Semarang files)
BELUM DIBETON: Sejumlah alat berat tampak meratakan lahan di lokasi proyek tol Bawen-Salatiga di Kabupaten Semarang. Progres pembangunan yang lamban membuat pelaksana proyek pesimistis ruas tol tersebut bisa dilewati pemudik. (Radar Semarang files)

SEMARANG – Target pemprov agar ruas tol Bawen-Salatiga mampu dilewati saat masa mudik tampaknya jauh panggang dari api. Sebab, saat ini progres konstruksi pembangunan tol masih sekitar 44 persen dengan estimasi pengerjaan 1,6 persen per minggu.

Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng (TMJ), Arie Irianto menjelaskan, jalan tol baru bisa digunakan sementara jika konstruksinya mencapai 60 persen. Itu pun perlu melewati uji kelayakan dan kemanan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR).

Dia bercerita, ketika menghadap Kementerian PU-PR beberapa waktu lalu, Direksi Kontraktor sudah menyanggupi bisa dipakai Lebaran. ”Tapi agaknya berat sekali. Kami akan tetap bekerja. Nanti biar tim penilai yang memutuskan bisa dipakai untuk arus mudik atau tidak,” ucapnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (6/6).

TMJ lanjutnya, akan terus mengerjakan konstruksi hingga maksimal H-7 Lebaran. Meski begitu, pada pertengahan Juni besok, tim penilai yang terdiri atas Kementerian PU-PR, Kasatlantas, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) Jateng dan Kabupaten Semarang, akan meninjau langsung kelayakan dan keamanan ruas tol.

”Kemungkinan tidak bisa dipakai karena progresnya masih 44 persen. Padahal, bisa dikatakan layak itu minimal 60 persen. Ini kurang tiga minggu lagi. Estimasi pengerjaan, 1,6 persen per minggu,” bebernya.