Pertanyaan :
Assalamu’alaikum Warahmatullah pak kyai, Saya mau bertanya, kenapa puasa diwajibkan pada bulan Ramadhan ? Apa makna bulan ramadhan itu sendiri ?
Amal Fuad di Tembalang 085740980xxx

Jawaban :
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Amal Fuad yang saya hormati, ketika Allah menguraikan kewajiban puasa, antara lain, bahwa itu diwajibkan pada bulan Ramadhan, karena ketika itu Al-Qur’an turun. Allah berfirman: “(Hari-hari yang ditentukan untuk puasa itu) adalah beberapa hari tertentu, yakni yang terjadi di bulan Ramadhan yang ketika itu (permulaan) al-Qur’an diturunkan. (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Sementara ulama berpendapat bahwa lebaran Idul Fitri yang kita rayakan setelah berpuasa di bulan Ramadan yang merupakan hari raya peletakan batu pertama ajaran Islam, karena ketika itulah permulaan Al-Qur’an diturunkan, sedang hari raya Idul Adha dijadikan hari raya peletakan batu terakhir ajaran Islam, karena ketika itu turun firman-Nya yang menegaskan kesempurnaan ajaran Islam. Allah berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah Kucukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagi kamu” (QS. Al-Maidah [5]: 3).

Nabi SAW bersabda: “Siapa yang berpuasa dengan iman dan tulus, dia terbatas dari dosa bagaikan seorang yang baru saja dilahirkan”. Setelah berpuasa sebulan lamanya kita ber-Idul Fitri, yakni kita lahir kembali.

Perlu ditambahkan bahwa perhitungan yang mendasari datangnya bulan Ramadan atau Syawal didasarkan pada peredaran bulan, bukan matahari. Ini berbeda dengan perjalanan bulan yang setiap tahunnya berselisih sekitar 11 hari dari perjalanan matahari, sehingga jika pada tahun ini masyarakat A berpuasa di musim panas yang siangnya panjang, maka beberapa tahun mendatang mereka akan berpuasa di musim dingin yang siangnya pendek. Demikian bergiliran sehingga suatu ketika ia akan kembali ke daur semula. Itu hikmah lain, mengapa ditetapkan pada bulan Ramadan. Demikin jawaban saya, semoga manfaat barakah. Amin