TERSENTRAL: Sumonggo Kuliner Indonesia menawarkan aneka masakan khas Semarang dalam satu lokasi. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERSENTRAL: Sumonggo Kuliner Indonesia menawarkan aneka masakan khas Semarang dalam satu lokasi. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERSENTRAL: Sumonggo Kuliner Indonesia menawarkan aneka masakan khas Semarang dalam satu lokasi. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERSENTRAL: Sumonggo Kuliner Indonesia menawarkan aneka masakan khas Semarang dalam satu lokasi. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Referensi tempat makan enak di Kota Semarang kini bertambah. Mengangkat konsep makanan ala Indonesia khususnya masakan Semarangan, Sumonggo Kuliner Indonesia mencoba meramaikan khasanah kuliner Semarang dengan menyasar segmentasi menengah ke atas.

Owner Sumonggo Kuliner Indonesia, Adiarti Widianto mengatakan, restoran yang mengangkat kuliner asli Semarang sangat jarang ditemui. Selain itu, lokasi biasanya terpisah jauh dan tidak menjadi satu atau tersentral. “Peluang pasarnya sangat besar, apalagi bisa menjadi icon tujuan wisata kuliner di Kota Semarang yang kini dilihat dari sektor wisata sudah berkembang dengan baik,” katanya kemarin.

Rumah makan yang ada di Jalan Pamularsih Semarang ini, bisa dibilang sangat strategis karena dekat dengan pusat oleh-oleh, obyek wisata Sam Poo Kong dan Bandara Ahmad Yani Semarang. Beberapa jenis makanan khas Semarang yang ditawarkan adalah ayam kukus, gule bustaman, nasi ayam, mie kopyok, dan mie jowo. “Konsep makannya di outdoor, konsep ini hanya ada di luar negeri seperti di Cina, Malaysia, Singapura dan Kota besai lainnya. Di Semarang belum ada, jadi konsep cocok di aplikasikan di Semarang,” jelasnya.

Selain menjual makanan, juga dijual produk olahan usaha menengah, kecil dan mikro(UMKM) yang produksinya melibatkan mahasiswa dari Unimus, Undip jurusan tekonologi hasil pangan yang dibuat oleh warga. “Selain mencari profit, rumah makan ini juga berusaha memberdayakan masyarakat yang menglolah produk UMKM untuk dipasarkan, agar para wirausahawan ini bisa maju. Apalagi bisanya mereka terbentur dengan pemasaran produk,” ungkapnya.

Untuk memperkental konsep yang diusung, Adiarti menghadirkan live music berupa keroncong untuk menemani pengunjung untuk menyantap masakan yang disediakan. (den/smu)