HASIL OPERASI PEKAT: Para pejudi, preman dan pasangan mesum serta barang bukti minuman keras yang diamankan aparat Polrestabes Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HASIL OPERASI PEKAT: Para pejudi, preman dan pasangan mesum serta barang bukti minuman keras yang diamankan aparat Polrestabes Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HASIL OPERASI PEKAT: Para pejudi, preman dan pasangan mesum serta barang bukti minuman keras yang diamankan aparat Polrestabes Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HASIL OPERASI PEKAT: Para pejudi, preman dan pasangan mesum serta barang bukti minuman keras yang diamankan aparat Polrestabes Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 20 pejudi dan 28 pasangan mesum diamankan aparat Polrestabes Semarang. Petugas juga menyita ratusan botol minuman keras (miras) dari berbagai merek, di antaranya vodka, congyang dan miras lainnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, mengatakan, puluhan orang tersebut terjaring dalam operasi penyakit masyarakat (pekat). Razia dilakukan sejak 31 Mei 2016 lalu.

”Kami amankan pelaku perjudian, premanisme dan pasangan mesum, termasuk minuman keras,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (6/6).

Sebanyak 20 tersangka perjudian, di antaranya tersangka judi dadu kopyok, togel Hongkong dan Kuda Lari. ”Untuk pasangan mesum ada 28 pasangan dan 21 PSK (pekerja seks komersial),” ujarnya.
Dikatakan, operasi pekat dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadan. Sehingga warga bisa menjalankan puasa lebih khusyuk.

”Ada 900 botol miras yang disita. Terdiri atas miras vodka dan jenis lainnya. Barang bukti tersebut disita dari berbagai agen dan pengecer miras di wilayah Kota Semarang,” tegasnya.
Pihaknya berjanji akan terus menggelar operasi serupa hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. (mha/aro/ce1)