SADIS: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi tiga dari empat tersangka pencurian motor, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SADIS: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi tiga dari empat tersangka pencurian motor, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SADIS: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi tiga dari empat tersangka pencurian motor, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SADIS: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi tiga dari empat tersangka pencurian motor, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kota dibekuk aparat Tim Resmob Polrestabes Semarang. Alap-alap motor bersenjata tajam ini telah melakukan aksi pencurian 31 kali. Empat tersangka yang diamankan masing-masing Agus Hariyadi alias Cendil, 24, dan Didit, 26, keduanya warga Purwosari Perbalan, Semarang. Tersangka lainnya, Reksa Agus Nugroho, 23, warga Jangli, Semarang dan seorang tersangka berinisial MI, warga Boyolali.

Para tersangka dalam melancarkan aksinya selalu berbekal senjata tajam, dan tak segan melukai para korbannya. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti (BB) 19 unit sepeda motor, 2 di antaranya digunakan sebagai sarana kejahatan, termasuk senjata tajam jenis celurit dan mandau.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, sasaran para tersangka adalah motor yang terpakir di teras rumah. Setiap kali beraksi, mereka tak membutuhkan waktu lama. Hanya lima menit menggunakan kunci letter T.

”Lubang kunci motornya saya rusak pakai kunci T. Hanya 5 menit sudah bisa, lalu motor saya bawa kabur,” kata tersangka Agus Hariyadi alias Cendil saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Minggu (5/6) kemarin.

Dia mengaku, setiap kali beraksi selalu membawa mandau yang dibelinya di Kota Jogja. Setidaknya, ia telah melakukan aksi pencurian di 31 Tempat Kejadian Perkara (TKP) hanya dalam rentang waktu tiga bulan. ”Sudah 15 kali mencuri motor di Semarang, lainnya di Solo,” akunya.

Tersangka lain, Reksa Agus Nugroho, mengaku membeli motor hasil curian rekan-rekannya. Satu motor dibeli seharga Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. ”Kadang ada yang pesan. Biasanya kalau pesan, lebih mahal, nambah Rp 500 ribu,” terangnya.