Petugas Tipikor Selidiki Penyebab Atap Runtuh

SDN Turitempel Akan Dibangun Total

418
CARI PENYEBAB: Kanit Tipikor Polres Demak Ipda Sumarno mengecek kondisi kayu bekas reruntuhan atap SDN Turitempel yang roboh, kemarin. (Inzet) Kayu yang dimakan rayap. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CARI PENYEBAB: Kanit Tipikor Polres Demak Ipda Sumarno mengecek kondisi kayu bekas reruntuhan atap SDN Turitempel yang roboh, kemarin. (Inzet) Kayu yang dimakan rayap. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CARI PENYEBAB: Kanit Tipikor Polres Demak Ipda Sumarno mengecek kondisi kayu bekas reruntuhan atap SDN Turitempel yang roboh, kemarin. (Inzet) Kayu yang dimakan rayap. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CARI PENYEBAB: Kanit Tipikor Polres Demak Ipda Sumarno mengecek kondisi kayu bekas reruntuhan atap SDN Turitempel yang roboh, kemarin. (Inzet) Kayu yang dimakan rayap. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Peristiwa runtuhnya atap dua ruang kelas SDN Turitempel, Kecamatan Guntur, Demak menjadi perhatian serius aparat Polres Demak. Selain memasang garis pembatas police line di lokasi kejadian, polisi mulai melakukan penyelidikan penyebab terjadinya peristiwa yang melukai 15 siswa yang sedang ujian kenaikan kelas (UKK) tersebut. Di antara yang menjadi perhatian khusus adalah kayu bangunan penyangga atau kuda-kuda atap yang dimakan rayap. Kayu-kayu tersebut diduga menjadi pemicu runtuhnya atap gedung yang dibangun dengan dana swakelola dana alokasi khusus (DAK) 2007 itu.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo mengungkapkan, pihaknya melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, utamanya terkait konstruksi kelayakan bangunan. Kemarin, sejumlah petugas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menyelidiki penyebab runtuhnya atap kelas tersebut.

”Kita selidiki layak atau tidak. Kemudian, apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Ataukah kejadian itu murni bencana. Jadi, masih dalam proses penyelidikan. Nanti, kita akan umumkan hasilnya,” ujar kapolres saat ditemui koran ini di sela mancing bersama di Pengadilan Negeri (PN) Demak, kemarin.

Kemarin, sejumlah anggota Komisi D DPRD Demak mendatangi lokasi kejadian. Anggota Komisi D, Safuwan, mengatakan, sehari sebelum ada kejadian itu, pihaknya sudah mengingatkan pihak sekolah terkait bahaya runtuhnya atap gedung. Sebab, ketika meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di SD tersebut, ia sudah melihat ada kerusakan di atap kelas, khususnya di ruang kelas VI yang ikut roboh.

”Saat itu saya lihat ada plafon yang bolong hingga terlihat kuda-kuda kayu penyangga sudah miring dan tampak agak patah atau njepat,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (3/6).