Isuzu Genjot Penjualan Truk

819
TERBARU: Elf NMR 71 diyakini mampu perkuat market share Isuzu di kelas truk ringan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERBARU: Elf NMR 71 diyakini mampu perkuat market share Isuzu di kelas truk ringan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

ISUZU_ADEN-(3)

SEMARANG – PT Isuzu Astra Motor Indonesia baru saja mengeluarkan produk baru di kelas truk ringan yakni Izusu Elf NMR 71. Produk ini diyakni bisa menaikkan market share Isuzu di kelas truk ringan di tengah lesunya pasar otomotif.

Kepala Wilayah Astra Isuzu Jateng – DIY Ratmin Sucipto menjelaskan, tahun ini penjualan Isuzu di kelas truk ringan bisa mencapai 400 unit setiap bulannya di Jateng dan DIY. “Kami masih ada di nomor dua, sedikit ada di bawah kompetitor kami. Namun dengan adanya produk baru ini di kelas truk ringan, kami yakin bisa menguasai pasar,” ucapnya, saat peluncuran dan tes drive Isuzu Elf NMR 71 di Semarang, kemarin.

Pihaknya mengaku yakin tetap akan terjadi peningkatan penjualan. Apalagi saat ini pemerintah terus menggenjot pertumbuhan ekonomi dengan mengencarkan proyek infastruktur, khususnya infastruktur jalan. “Percepatan infastruktur ini membuktikan jika keadaan ekonomi akan berkembang dan menjadi salah satu peluang untuk menggenjot penjualan,” jelasnya.

ELF NMR 71 punya keunggulan lebih dibandingkan produk dari pabrikan lain yang terjun dikelas yang sama. Salah satunya adalah menggunakan transmisi dengan 6 percepatan sehingga torsi mesin dan akselarasi serta kemapunan untuk menaklukkan medan bisa menjadi lebih baik. Ada empat varian empat varian Elf NMR 17 ini yakni HD.61, HD5.8, Long dan STD tersebut juga sudah menggunakan chasis setebal 6 mm, dengan penguat inner reiforce sehingga memiliki kekuatan lebih. Untuk produk baru ini, dibanderol dengan harga on the road untuk wilayah Jateng dan DIY mulai Rp 290 juta sampai Rp 307 juta.

Regional Manager PT Isuzu Astra wilayah Jateng, Jatim, Bali, NTB dan NTT Lisa Tjandra membeberkan penjualan truk kelas ringan di Jawa Tengah memberikan kontribusi sebesar 11 persen di nasional dengan angka penjualan truk kelas ringan secara nasional mencapai 1000 – 1200. “Penjualan produk kami, untuk kelas komersial menyumbang 70 persen sementara 30 persennya untuk mobil kelas penumpang,” jelasnya. (den/smu)