DPD PKS Sambut Ramadan dengan Karnaval

337
JELANG RAMADAN : Sekretaris Fraksi PKS DPRD Demak, Suhadi membagikan lembaran jadwal Imsakiyah kepada Satpam dan tukang parkir kemarin sore. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JELANG RAMADAN : Sekretaris Fraksi PKS DPRD Demak, Suhadi membagikan lembaran jadwal Imsakiyah kepada Satpam dan tukang parkir kemarin sore. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JELANG RAMADAN : Sekretaris Fraksi PKS DPRD Demak, Suhadi membagikan lembaran jadwal Imsakiyah kepada Satpam dan tukang parkir kemarin sore. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JELANG RAMADAN : Sekretaris Fraksi PKS DPRD Demak, Suhadi membagikan lembaran jadwal Imsakiyah kepada Satpam dan tukang parkir kemarin sore. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Demak menyambut bulan Ramadan dengan karnaval. Kegiatan pawai yang diikuti jajaran pengurus DPD, DPRD dan simpatisan PKS tersebut dimulai start dari Kantor DPD PKS Jalan Sultan Hadiwijaya kemudian berkeliling Kota Demak. Dalam kesempatan itu, para simpatisan sekaligus membagikan jadwal Imsakiyah, stiker, doa berbuka puasa serta diisi dengan orasi.

Orasi disampaikan Ketua DPD PKS Imam Nurhamid, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Demak Suhadi dan Ketua DPC Wonosalam. Dalam orasi ini, pada intinya mengajak warga Demak untuk bergembira dalam menyambut bulan suci Ramadan tersebut.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Demak, Suhadi mengatakan, pihaknya mengharapkan masyarakat dapat menghidupkan bulan puasa ini dengan meramaikan Masjid dan Musala dengan salat berjamaah, memperbanyak tadarus Alquran, salat tarawih dan memperbanyak sedekah.

“Mari kita maksimalkan ibadah puasa ini dengan ibadah menuju muslim yang bertaqwa pada Allah SWT sehingga hidup lebih bermakna dan sejahtera,” katanya.

Suhadi juga mendesak Satpol PP Pemkab Demak, DPRD dan pihak kepolisian untuk menutup warung remang-remang dan karaoke yang sudah mencemari kesucian Demak sebagai Kota Wali. “Semua karaoke di Demak, tidak memiliki izin usaha, IMB dan HO. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak membongkar usaha karaoke dan warung remang-remang itu sesuai Perbup Nomor 2 Tahun 2015,” ujar Suhadi.

Dengan demikian, kata dia, di bulan Ramadan ini masjid dan musala akan lebih ramai dengan berbagai kegiatan keagamaan. “Sebaliknya, jangan sampai karaoke justru lebih ramai,” ujarnya. (hib/sct/ida)