Aset Banyak, Optimalisasi Minim

286

SEMARANG – Tahun ini Pemprov Jateng pesimistis tidak mampu mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, diperlukan terobosan program untuk mencari sumber pendapatan baru guna mendongkrak PAD. Salah satunya dengan optimalisasi aset milik daerah.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jateng, Hendri Santosa menjelaskan, dari PAD sebesar Rp 11 triliun di 2015, 0,87 persen atau Rp 95 miliar, dari sektor retribusi. Dari retribusi, kontribusi aset hanya Rp 40,65 miliar atau hanya 0,36 persen.

”Perlu pengoptimalan aset milik daerah karena selama ini kontribusinya terhadap PAD masih sangat kecil. Padahal kita punya aset yang cukup besar. Sementara PAD dari pajak kendaraan bermotor pun tahun ini menurun,” bebernya dalam Workshop Optimalisasi Aset Milik Pemprov Jateng di Wisma Perdamaian, kemarin.

Berdasarkan hasil audit BPK lanjutnya, nilai aset Pemprov Jateng mencapai Rp 23 triliun. Aset terbesar berupa tanah sebanyak 9.315 bidang. Sementara gedung, sebanyak 4.055 unit yang nilainya Rp 2,417 triliun. Dari sejumlah aset tanah dan bangunan, beberapa bisa dikerjasamakan karena potensial. Antara lain karena lokasinya yang strategis.

Dia melihat, kondisi aset di Jateng ada dua kategori. Aset potensial dan kurang potensial. ”Aset potensial ingin kita tawarkan untuk berbagai usaha. Lokasinya strategis, pinggir jalan raya dan dekat dengan pusat kota. Kalau tidak diopeni (dipelihara) pasti diincar kabupaten/ kota,” bebernya.

Untuk ’menjual’ aset-aset tersebut, pihaknya mengusulkan agar DPPAD memiliki SDM yang mempunyai tugas seperti agen properti. Mereka nantinya dibekali training-training untuk mengasah kemampuannya di bidang jual beli properti.

”Saat ini ada SDM yang menangani aset. Tapi hanya menata usaha. Kami butuh dari sisi jualan. Memang harus ada orang-orang di DPPAD yang bertugas seperti agen properti yang setiap hari jualan,” jelasnya.