RAMAI DIKUNJUNGI: Keunikan yang ditampilkan stan komunitas di IKISMG 2 mampu menarik pengunjung. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAI DIKUNJUNGI: Keunikan yang ditampilkan stan komunitas di IKISMG 2 mampu menarik pengunjung. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAI DIKUNJUNGI: Keunikan yang ditampilkan stan komunitas di IKISMG 2 mampu menarik pengunjung. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAI DIKUNJUNGI: Keunikan yang ditampilkan stan komunitas di IKISMG 2 mampu menarik pengunjung. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Sukses menyelenggarakan IKISMG (Iki Semarang 1) pada 2014 lalu yang menjadi wadah bagi komunitas anak muda untuk berkumpul, berkarya dan menunjukkan potensi serta karya inspiratif. IKISMG kembali digelar untuk kali kedua di Auditorium Imam Barjo Undip Pleburan Semarang, Jumat (3/6) kemarin.

Gelaran IKISMG 2 ini, berhasil merangkul 100 komunitas yang ada di Semarang, khususnya yang bergerak di bidang non otomotif dan fans olahraga, selama dua hari yakni 3-4 April dengan tema Discover Semarang. ”Tema ini dipilih karena kami percaya bahawa Semarang punya potensi yang terpendam dan dieksplore lagi, sehingga bisa menjadi ikon,” kata Nono Adi, Steering Committee IKISMG 2.

Menurutnya, komunitas yang ada di Semarang punya potensi yang besar dan bisa menambah kekayaan konten kota, namun sayangnya banyak dari komunitas yang ada belum bisa terekspos dan tereksplor dengan maksimal. Dalam acara ini, komunitas yang bisa memamerkan dan mempresentasikan apa yang dikerjakan di booth masing-masing. ”Di pasar komunitas ini, mereka bisa menjual hasil karya yang mereka hasilkan. Atau mengenalkan komunitas yang dimiliki agar dikenal khalayak luas,” ungkapnya.

Komunitas yang ada di Semarang sendiri, kata Nono, kini semakin berkembang dan beragam. Dilihat dari pelaksanaan sebelumnya dengan jumlah 60 komunitas, tahun ini membeludak menjadi 100 komunitas.

Dengan tema Discover Semarang, diharapkan para pengunjung bisa menemukan hal-hal baru yang ada di Semarang. Selain komunitas, acara ini juga diikuti oleh 34 tenan kuliner yang menjual makanan khas Semarang. ”Jadi konsepnya memang dibuat masa lalu, masa kini dan masa depan, contohnya komunitas di bidang sejarah, terus di bidang teknologi saat ini dan teknologi masa depan misalnya drone, sepeda lipat dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ade Lukomono, Ketua Komunitas Semarang Toys Fotografi menambahkan dengan acara IKISMG, komunitas baru sepertinya bisa lebih dikenal khalayak luas dan bisa menjadi ajang pamer eksistensi di bidang seni. ”Kami tidak hanya memamerkan koleksi mainan yang dimiliki, kami juga memamerkan hasil jepretan dari kamera handphone dan kamera profesional dengan model mainan,” jelasnya. (den/zal/ce1)