TKP Pemerkosaan Sudah Berubah

Diduga Dilakukan April 2016

459
M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

SEMARANG – Kasus kejahatan seksual yang menimpa PJ alias SR, 12, siswi SD kelas VI di Penggaron, diduga telah dilakukan sejak April 2016 lalu. Hal ini berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di tiga tempat yang dilakukan tim Inafis Polrestabes Semarang, Kamis, (2/6) kemarin. Sayangnya, dua dari tiga lokasi kejadian kini kondisinya sudah berubah.

Olah TKP pertama dilakukan di Jalan Sugiono, Kelurahan Pedurungan Lor RT 2 RW 5, Kecamatan Pedurungan, tepatnya di sebuah gubuk di areal persawahan. Namun gubuk tersebut kini telah rata dengan tanah untuk proyek perumahan.

Berdasarkan informasi, gubuk tersebut telah diuruk sejak 20 hari lalu atau sekitar awal Mei 2016. ”Diuruk 20 harian lalu. Ada dua gubuk di sini, yang paling dekat jalan ya jaraknya 10 meteran,” kata salah satu pekerja proyek, Haryono, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (2/6) kemarin.

Haryono juga mengakui sering mendengar informasi dari masyarakat setempat terkait lokasi tersebut. Gubuk itu kerap didatangi para pemuda ketika malam hari. ”Kata petani warga sini, kalau malam gubuk ini sering dipakai untuk nongkrong para pemuda. Motornya dijajar di pinggir jalan, terus orang-orangnya main di gubuk,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya tidak tahu aktivitas para pemuda yang nongkrong di gubuk itu. Pasalnya, lokasi tersebut sangat gelap lantaran kurang lampu penerangan. ”Ya, pada gak tahu, kan kalau malam di sini gelap. Jadi gak kelihatan,” ujarnya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang, AKP Kumarsini, menduga aksi kejahatan yang dilakukan gerombolan N di gubuk itu dilakukan sejak April lalu. ”Kita mencari tahu apakah April atau Mei, ternyata April, karena tanahnya sudah diuruk Mei. Berarti diduga melakukan di gubuk itu tanggal 4 dan 6 April,” katanya saat di lokasi olah TKP.

Dari TKP pertama itu, selanjutnya polisi mendatangi TKP kedua di depo pasir Plamongansari Raya, Kelurahan Pedurungan Kidul RT 2 RW 7, Kecamatan Pedurungan. Namun di tempat tersebut sudah berubah. Papan kayu untuk alas menyetubuhi korban sudah tidak ditemukan. TKP kedua ini tidak jauh dari jalan dan permukiman penduduk. ”Memang di sini kalau tengah malam sepi. Perkiraannya, pelaku menyetubuhi korban waktu tengah malam,” ungkap salah satu petugas inafis.