Perkosaan SR, Diduga Human Trafficking

Pelaku Terancam Dihukum Kebiri

430
GELAR PERKARA: Keenam pelaku pemerkosaan terhadap korban di bawah umur SR, digelandang di Mapolrestabes Semarang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rabu (1/6) kemarin. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Keenam pelaku pemerkosaan terhadap korban di bawah umur SR, digelandang di Mapolrestabes Semarang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rabu (1/6) kemarin. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Keenam pelaku pemerkosaan terhadap korban di bawah umur SR, digelandang di Mapolrestabes Semarang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rabu (1/6) kemarin. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Keenam pelaku pemerkosaan terhadap korban di bawah umur SR, digelandang di Mapolrestabes Semarang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rabu (1/6) kemarin. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kasus kejahatan seksual yang menimpa PJ alias SR, 12, siswi SD kelas enam di Penggaron, diduga praktik human trafficking atau perdagangan manusia. Hal itu berdasarkan pengakuan keenam tersangka di hadapan Ketua Komisi Perlindungan Nasional Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait.

Keenam tersangka yang ditangkap aparat Polrestabes Semarang beberapa hari lalu, adalah tiga orang dewasa yakni Wahyu Adi Wibowo, 36; Johan Galih Dewantoro, 19; dan Lutfi Adi Prabowo, 19. Sedangkan tiga pelaku lainnya, yaitu IQ, RK dan IF masih di bawah umur.

Para tersangka itu mengaku telah membayar sejumlah uang kepada seseorang berinisial N, warga Plamongan, yang saat ini masih buron. Mereka membayar sejumlah uang dengan jumlah bervariasi antara Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu kepada pelaku yang diduga sebagai aktor di balik kajahatan seksual terhadap SR tersebut. ”Iya Pak, saya bayar Rp 20 ribu ke N. Melakukan dua kali,” ujar IQ saat didesak Arist di Mapolrestabes Semarang, Rabu (1/6) kemarin.

Bocah di bawah umur ini, mengakui telah melakukan perbuatan asusila terhadap bocah kelas enam SD tersebut berulang kali. Namun dirinya berkilah tidak mengetahui kalau tubuh gadis yang akan dinikmatinya masih di bawah umur. ”Enggak tahu kalau masih anak-anak, saya kira sudah dewasa. Saya ditawari sama N,” ujarnya.

Bahkan, tersangka lainnya, IF, justru mengakui jika dirinya sudah empat kali membayar antara Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu kepada N. Sedangkan pelaku dewasa, Wahyu menyangkal melakukan persetubuhan terhadap SR. Hanya saja, Wahyu mengaku telah meraba-raba tubuh gadis SD tersebut.