SIAPKAN PENANGANAN : Tim Satuan Komando Tanggap Darurat Penanganan Bencana banjir rob saat melakukan rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAPKAN PENANGANAN : Tim Satuan Komando Tanggap Darurat Penanganan Bencana banjir rob saat melakukan rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAPKAN PENANGANAN : Tim Satuan Komando Tanggap Darurat Penanganan Bencana banjir rob saat melakukan rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAPKAN PENANGANAN : Tim Satuan Komando Tanggap Darurat Penanganan Bencana banjir rob saat melakukan rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Menindaklanjuti hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir, Kementerian Kelautan Republik Indonesia, Pemkab Pekalongan, Selasa (31/5), menetapkan situasi tanggap darurat banjir rob selama 14 hari ke depan. Pasalnya luapan banjir rob terus meninggi hingga 80 centimeter. Wilayah yang terdampak banjir pun kian meluas.

Lokasi banjir rob yang semula hanya 8 desa pada 2 kecamatan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, per Selasa (31/5) kemarin, meluas menjadi 13 desa yang tersebar pada 4 kecamatan, yakni Kecamatan Tirto, Wonoketo, Siwalan, dan Wiradesa.

Adapun desa yang terkena banjir rob pada Kecamatan Tirto, meliputi Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegal Dowo, dan Karang jompo. Untuk wilayah Kecamatan Wonokerto banjir rob terdapat di Desa Wonokerto Kulon, Wonokerto Wetan, Tratebang, Pecakaran, Sijambe, Pesanggrahan dan Api –api. Kecamatan Wiradesa di Desa Bener dan Kecamatan Siwalan di Desa Depok.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko mengungkapkan pihaknya sudah mengantisipasi hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir, Kementerian Kelautan Republik Indonesia. Yakni banjir rob akan mencapai puncaknya pada 31 Mei, hingga mencapai ketinggian lebih dari 50 centimeter.

Menurutnya untuk itu BPBD melakukan antisipasi sejak awal. Yakni berupa koordinasi dengan semua instansi terkait, seperti PMI, RAPI , Tagana, Orari, Ubaloka, Dinas Sosial, Dinas PSDA, Dinas Perhubungan, Humas Setda, Camat dan Kepala Desa yang terkena dampak rob.