Murni Kesalahan SMAN 3

Kegagalan SNMPTN

412
TINJAU SBMPTN: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir didampingi Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, meninjau SBMPTN di Fakultas Ekonomi Undip Tembalang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU SBMPTN: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir didampingi Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, meninjau SBMPTN di Fakultas Ekonomi Undip Tembalang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU SBMPTN: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir didampingi Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, meninjau SBMPTN di Fakultas Ekonomi Undip Tembalang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU SBMPTN: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir didampingi Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, meninjau SBMPTN di Fakultas Ekonomi Undip Tembalang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kegagalan siswa SMAN 3 Semarang dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dipastikan kesalahan pihak sekolah. Sebab, dari beberapa sekolah baik di Kebumen, Kudus, Salatiga dan Semarang, hanya SMAN 3 Semarang yang bermasalah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir setelah meninjau pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Selasa (31/5) kemarin.

Menurutnya, beberapa waktu lalu sudah mengundang panitia. Akhirnya tidak ditemukan adanya kesalahan pada sistem. ”Artinya, kesalahan ini murni dari pihak sekolah, bukan dari sistem penerimaan SNMPTN,” tandasnya.

Meski begitu, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi kepada sekolah tersebut, karena hal itu di luar kewenangannya. Mengenai nasib para siswanya, Nasir mengaku tidak akan ada pilih kasih. Semua akan mendapatkan perlakuan sama dalam SBMPTN. Justru ini menjadi bukti bahwa mereka benar-benar layak menghuni kampus favorit.

”Tidak perlu mencari kambing hitam. Yang penting nasib anak-anaknya ini, kita lihat apakah mereka memang benar-benar memiliki kemampuan untuk mengerjakan soal dengan baik dan lolos atau tidak,” tegasnya.