PEDULI: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati atau Mbak Ita menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan mendatangi Mapolrestabes Semarang, Selasa (31/5) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati atau Mbak Ita menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan mendatangi Mapolrestabes Semarang, Selasa (31/5) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati atau Mbak Ita menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan mendatangi Mapolrestabes Semarang, Selasa (31/5) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati atau Mbak Ita menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan mendatangi Mapolrestabes Semarang, Selasa (31/5) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Aparat kepolisian berhasil mengamankan enam orang dari delapan pelaku yang diduga menyetubuhi bocah kelas enam SD, berinisial PL alias SR, 12. Enam tersangka tersebut yakni berinisial IQ, 16; RI, 16; AF, 16; WA, 36; dan JHN, yang tak lain warga Plamongan. Pelaku lain yakni berinisial UP, 18, warga Tandang. Mereka ditangkap aparat Polrestabes Semarang di tempat terpisah, Senin malam (30/5) kemarin. Sedangkan saat ini, polisi masih memburu dua pelaku berinisial NM dan ZA.

”Sudah diamankan enam orang. Keenamnya sudah mengakui. Dua orang ada yang masih anak-anak, lainnya dewasa,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Burhanuddin kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (31/5) kemarin.

Burhanuddin menegaskan, kasus yang menimpa SR bukan pemerkosaan, melainkan persetubuhan. Sedangkan dalam pemeriksaan para pelaku mengakui perbuatannya melakukan persetubuhan terhadap SR saat diinterogasi petugas.

”Saya tegaskan, ini bukan diperkosa, tapi didasari rasa suka sama suka yang sudah dilakukan berulang-ulang. Kalau pemerkosaan, pasti saat itu juga melaporkan. Ini sudah empat kali baru dilaporkan oleh orang tua korban,” tegasnya.

Pihaknya juga membantah jumlah para pelaku yang sebelumnya menyebutkan sebanyak 21 orang terkait korban disetubuhi. Berdasarkan pengakuan korban, hanya ada delapan orang. Sedangkan dua di antaranya sudah saling kenal antara korban dengan pelaku. ”Bukan 21 pelaku. Sementara hanya delapan pelaku dilakukan berulang-ulang dan sudah disebutkan oleh korbannya. Ini masih kami dalami, perannya apa,” ujarnya.