Siswi SD Digilir 21 Pemuda

Sebelumnya, Korban Dicekoki Pil Koplo

560

asusila-anak-lagi2

SEMARANG – Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali menggemparkan Kota Semarang. Kali ini, korbannya seorang siswi kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Penggaron, Pedurungan berinisial SR, 12. Korban diperkosa secara bergilir oleh 21 pemuda. Sebelum digilir, diduga korban dipaksa mengonsumsi pil koplo jenis Trihexyphenidyl.

Aksi pemerkosaan masal itu dialami korban sebanyak tiga kali di tempat yang berbeda. Kali pertama terjadi pada Sabtu (7/5) sekitar pukul 00.00 di sebuah gubuk persawahan. Pelakunya diduga berjumlah 7 orang. Berikutnya, pada Kamis (12/5) lalu, korban kembali diperkosa di dekat depo pasir. Kali ini, diduga pelakunya 12 pemuda. Dan, yang terakhir dilakukan pada Sabtu (14/5) lalu, yang diduga dilakukan 2 pemuda di sebuah gubuk pembuatan batu bata merah.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang, AKP Kumarsini, mengaku, telah mendapat laporan adanya dugaan pemerkosaan tersebut. Menurutnya, laporan itu datang langsung dari pihak keluarga korban. ”Ini baru saja bapaknya melapor,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (30/5).

Terkait kronologi dan banyaknya pelaku, Kumarsini masih enggan memberikan keterangan secara detail. Namun demikian, dalam pelaporan yang diterimanya, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (14/5) lalu. ”Kalau menurut keterangan dari versi pelapor, kejadiannya si korban dibawa ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) lalu disetubuhi,” ujarnya.

Sedangkan TKP yang dimaksud, Kumarsini juga belum bersedia menyebutkan secara detail. Pasalnya, saat korban diminta menunjukkan lokasi pemerkosaan, masih kebingungan untuk menjelaskan. ”Sudah dikeler TKP-nya nggak ketemu. Masih peteng (gelap), Mas. Ini kami masih lidik-lidik (melakukan penyelidikan) untuk laporan tersebut,” katanya.