SEMBIZ: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan peluang investasi di Kota Semarang pada acara Sembiz Tahun 2016 di Ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan Balai Kota Semarang. (Rizal/Jawa Pos Radar Semarang)
SEMBIZ: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan peluang investasi di Kota Semarang pada acara Sembiz Tahun 2016 di Ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan Balai Kota Semarang. (Rizal/Jawa Pos Radar Semarang)
SEMBIZ: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan peluang investasi di Kota Semarang pada acara Sembiz Tahun 2016 di Ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan Balai Kota Semarang. (Rizal/Jawa Pos Radar Semarang)
SEMBIZ: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan peluang investasi di Kota Semarang pada acara Sembiz Tahun 2016 di Ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan Balai Kota Semarang. (Rizal/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Semarang Bisnis Forum (Sembiz) menjadikan iklim investasi di Kota Semarang semakin meningkat. Dari Sembiz banyak kesepakatan investasi dengan pihak swasta berupa Letter of Intent (LoI).

”Hingga triwulan I tahun 2016 ini realisasi investasi Kota Semarang mencapai Rp 1,448 triliun. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2015, dengan rincian PMA senilai Rp 540,979 miliar dan PMDN senilai Rp 907,969 miliar,” terang Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang Sri Martini dalam gelaran Sembiz ke-10 di ruang Lokakrida, Gedung Moch Ikhsan, Balai Kota Semarang, kemarin (30/5).

Kurang lebih 200 pelaku usaha, investor, asosiasi usaha BUMD, BUMN dan lembaga keuangan dari kota/ kabupaten se-Jawa Tengah menghadiri forum investasi tahunan Kota Semarang ini.

Sejumlah peluang investasi ditawarkan dalam Sembiz 2016 tahun ini, lanjut Sri Martini, di antaranya pengembangan agrowisata Gunungpati dan Mijen, pengembangan kawasan Bukit Semarang Baru (BSB), pengembangan kawasan BWK Kecamatan Pedurungan, kawasan industri meliputi kawasan industri Wijayakusuma, kawasan industri BSB, pengolahan limbah B3.

Sementara Wali Kota Hendrar Prihadi dalam sambutannya menyampaikan komitmen peningkatan investasi Kota Semarang di antaranya peningkatan infrastuktur pendukung investasi, ketersediaan informasi dan peluang investasi, peningkatan pelayanan perizinan, jaminan kepastian hukum dalam penanaman modal. ”Dalam pengembangan insfrastruktur jalan, Kota Semarang mengembangkan outer ring road, radial, flyover Kalibanteng, underpass Jatingaleh dan tol Semarang-Solo,” ujarnya.